//
you're reading...
artikel

Teori Motivasi

A. PENDAHULUAN

Selama paling sedikit dua ribu tahun, para filsuf barat meneliti “alasan” dan “hasrat”, dua unsur berbeda yang diyakini bertentangan. Baru kemudian pada pertengahan abad ke-19, studi mengenai motivasi memperlihatkan kaitan keduanya. Ketika itu sangat dipengaruhi oleh Teori Evolusi dari Charles Darwin yang menyatakan bahwa manusia berevolusi dalam pergulatan keras dengan alam (Selection of Natural).

Ahli Biologi dan Psikologi menyatakan “hasrat” seperti itu secara mekanis mengendalikan tubuh manusia untuk memenuhi kebutuhan badaniah-nya. Sebagai contoh, seseorang yang merasa lapar karena mengerutnya perut yang kosong, akan termotivasi untuk makan. Motivasi internal seperti ini menjadi alasan yang lebih diterima daripada alasan eksternal, seperti alasan karena mencium bau sedap makanan.

Sementara itu, beberapa eksperimen yang diadakan oleh seorang psikolog, R.S. Woodworth, dengan cara persaingan (competition), persaingan diri (self competition) dan pembuatan jarak (pace maker). Membuktikan bahwa perangsang-perangsang dapat menimbulkan “motif” untuk mencapai tujuan.

B. MOTIF DAN MOTIVASI

Secara etimologi, motif dalam bahasa inggris motive, berasal dari motion, yang berarti “gerakan” atau “sesuatu yang bergerak”, yang menunjuk pada gerakan manusia sebagai “tingkah laku”. Dalam psikologi motif berarti rangsangan pembangkit tenaga bagi terjadinya tingkah laku itu.

Dalam motif, pada umumnya terdapat dua unsur pokok, yaitu kebutuhan dan tujuan. Proses interaksi timbal balik antara kadua unsur ini terjadi dalam tubuh manusia, walaupun dapat dipengaruhi oleh hal-hal dari luar diri manusia. Karena itu, bisa saja terjadi perubahan motivasi dalam waktu singkat.

Sedangkan menurut Dister, sstiap tingkah laku manusia adalah hasil dari hubungan timbal balik antara tiga faktor, yaitu:

1. Dorongan spontan manusia, yaitu dorongan yang tidak ditimbulkan dengan sengaja. Seperti dorongan seksual, nafsu makan dan kebutuhan akan tidur.

2. Ke-aku-an manusia, dimana manusia menyetujui dorongan spontan tadi untuk menjadi miliknya, sehingga kemudian menjadi sebuah “kejadian”. Misalnya dengan menunda makan, walaupun ia merasa lapar.

3. Lingkungan hidup manusia.

C. MOTIVATIONAL CYCLE

Tingah laku bermotivasi dapat dirumuskan sebagai: “tingkah laku yang dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan dan diarahkan pada pencapaian suatu tujuan agar suatu kebutuhan dapat terpenuhi”. Rumusan tersebut mengandung beberapa unsur yang membentuk “motivational cycle”.

Kebutuhan merupakan suatu yang fundamental bagi kodrat manusia individual. Motif disamping merupakan dorongan fisik, juga orientasi kognitif elementer yang diarahkan pada pemuasan kebutuhan. Energi seperti ini bukan tanpa tatanan. Ada suatu hubungan dunamis antara motivasi dan tujuan.

  1. Teori-teori kebutuhan

a. Hierarki Kebutuhan Maslow

Kebutuhan pada manusia sebagai motivator membentuk suatu hierarki yang terdiri atas physiological needs, safety needs, belongingness and love needs, esteem needs, dan self actualization needs.

Menurut Maslow, kebutuhan dasar harus lebih dahulu terpenuhi sebelum bweranjak pada kebutuhan psikologis.

b. Teori ERG

ERG (Existence, Relatedness, Growth) sebagaimana diungkap Aldefder, merupakan penghalusan dari system kebutuhan Maslow, dengan hanya tiga katagori kebutuhan. Meskipun unrutan kebutuhan serupa, namun ide hierarki tidak dimasukkan, dan meskipun suatu kebutuhan terpenuhi, kebutuhan tersebut dapat terus berlangsung sebagai pengaruh kuat dalam keputusan.

c. Teori Motivasi Dua Faktor

Dengan menggunakan teknik insiden kritis, Frederick Herzberg menganalisa sata tentang kepuasan dan ketidakpuasan orang dalam pekerjaan mereka, dan menghasilkan dua kumpulan factor. (1) Factor-faktor yang cenderung dapat memotivasi kerja disebut motivator, meliputi prestasi, penghargaan, tanggung jawab, promosi, pekerjaan itu sendiri, dan potensi bagi pertumbuhan pribadi. (2) factor-faktor yang berkaitan dengan ketidakpuasan disebut factor hygiene, meliputi gaji, pengawasan, keamanan kerja, kondisi kerja, kebijakan organisasi, dan hubungan kerja.

Faktor Hygiene

Motivator

Gaji

Prestasi

Pengawasan

Penghargaan

Keamanan kerja

Tanggung jawab

Kondisi kerja

Promosi

Kebijakan organisasi

Pekerjaan itu sendiri

Hubungan kerja

Potensi bagi pertumbuhan pribadi

Menurut Herzberg untuk memotivasi seorang pegawai, sebagai langkah awal, seorang Menajer pertama-tama harus memenuhi, atau sekurang-kurangnya memelihara kebutuhan dasar. Setelah hal itu terpenuhi, kebutuhan motivasi menjadi priorotas.

Ada banyak kemiripan dalam katagori kebutuhan Maslow, Alderfer, dan Herzberg. Dengan menggunakan istilah-istilah serupa, setiap system menggambarkan aktualisasi diri, pertumbuhan, dan motivator. Sedangkan Faktor Hygiene cenderung memuaskan kebutuhan aksistensi.

Teori Desakan Kebutuhan Murray

Teori ini juga disebut dengan Teori Kebutuhan Manifestasi. Murray yakin bahwa orang dapat dikelompokkan menurut kekuatan barbagai kebutuhan yang berbeda-beda, yang dapat mempengaruhi prilaku seseoarang. Kebutuhan disini yang didefinisikan sebagai «perhatian sekarang untuk mencapai sasaran », terdiri atas dua komponen:

    1. Komponen kualitatif, sebagai arah sasaran kebutuhan
    2. Komponen kuantitatif, sebagai energi kebutuhan untuk mencapai sasaran
  1. Teori Kebutuhan untuk Berprestasi McClelland

Konsep Kebutuhan untuk berprestasi (need for achievement) disingkat dengan sebuah symbol yang kemudian menjadi sangat terkenal: n-Ach. Menurut McClelland, orang yang memiliki n-Ach yang tinggi mempunyai kepuasan bukan karena imbalan materi tetapi karena berhasil menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

  1. Teori Harapan Vroom

Teori ini berdasarkan pilihan-pilihan yang dibuat orang untuk mencapai suatu tujuan dengan tiga asumsi:

    1. Harapan sebagai penilaian subjektif seseorang atas kemungkinan bahwa suatu hasil tertentu akan muncul dari tindakan orang tersebut
    2. Setiap hasil mempunyai nilai atau daya tarik bagi orang tertentu.
    3. Setiap hasil berkaitan dengan suatu persepsi mengenai seberapa berat mencapai hasil tersebut.

Motivasi adalah kombinasi dari ketiga prinsip ini. Seseorang termotivasi bila ia percaya (1) prilaku tertentu akan menghasilkan hasil tertentu, (2) hasil itu mempunyai nilai positif baginya, dan (3) dapat dicapai dengan usaha seseoarang.

3. Tingkah Laku

Unsur kedua dari lingkaran motivasi ini dipergunakan untuk mencapai suatu tujuan yang sebenarnya sebagai serentetan kegiatan yang kadang dilakukan secara bersamaan. Terdapat tiga asumsi yang terkandung dalam tingkah laku manusia :

  1. Konsep sebab-akibat (causality)
  2. Konsep tujuan (directedness)
  3. Konsep Motivasi (motivation)

Menurut Saifuddin Azwar ; perilaku mempunyai sifat deferensial, diamana satu stimulus dapat menimbulkan lebih dari satu respon yang berbeda, sebaliknya satu respon dapat diakibatkan oleh beberapa stimulus.

C.T. Morgan mengemukakan beberapa bentuh tingkah laku instrumental:

  1. Aktivitas; gerakan yang ditimbulkan kebutuhan
  2. Gerakan Naluriah, gerakan yang tanpa dipelajari terlebih dahulu
  3. Refleks, gerakan untuk mempertahankan diri
  4. Belajar secara instrumental, yaitu belajar dengan tanpa sengaja

Menurut Dirgagunarsa (1996), prilaku seseorang akan melalui tahapan-tahapan berikut:

  1. Konflik
  2. Pertarungan antara motif-motif, bila terdapat beberapa motif yang muncul serempak
  3. Penentuan pilihan motif
  4. Perwujudan tingkah laku bermotivasi

4. Tujuan

Tujuan adalah unsure yang ketiga dari lingkaran motivasi, yang berfungsi untuk memotovasi tingkah laku. Tujuan tingkah laku acap kali tidak hanya satu, selain tujuan primer, ada pula tujuan sekunder. Tujuan juga dapat berupa sesuatu yang konkrit atau yang abstrak.

D. KLASIFIKASI MOTIF

Banyak sekali klasifikasi motif, sesuai dengan sesuatu yang mendasarinya. Klasifikasi yang banyak dikenal antara lain:

    1. Motif Primer dan Motif Sekunder

Motif Primer sangat bergantung pada keadaan fisio-kemis dalam tubuh organic seseorang, sedangkan Motif Sekunder adalah semua motif yang tidak berlangsung dalam tubuh manusia.

    1. Motif Instrinsik dan Motif Ekstrinsik

Motif Instrinsik adalah motif yang timbul dari dalam dan Motif Ekstrinsik ditimbulkan dari luar.

    1. Motif Tunggal dan Motif Bergabung

Motif Tunggal dan Motif Bergabung adalah klasifikasi motif berdasarkan banyaknya.

    1. Motif Mendekat dan Motif Menjauh

Motif Mendekat dan Motif Menjauh adalah klasifikasi motif berdasarkan pada reaksi organisme terhadap rangsangan yang dating.

    1. Motif Sadar dan Motif Tak Sadar

Motif Sadar dan Motif Tak Sadar didasarkan pada taraf kesadaran manusia pada motif yang melatarbelakangi tingkah lakunya.

    1. Motif Biogenetis, Sosiogenetis dan Teogenetis

Didasarkan pada asalnya, Motif Biogenetis adalah motif yang berasal dari kebutuhan organisme. Motif Sosiogenetis adalah motif yang dipelajari dan berasal dari lingkungannya. Dan Motif Teogenetis adalah yang berasal dari interaksi manusia dengan Tuhan.

About these ads

Diskusi

5 thoughts on “Teori Motivasi

  1. dengan memahami teori motivasi, semoga saya bisa lebih termotivasi dalam hal-hal positif. makasih.

    Posted by akhdan | 24 Oktober, 2008, 12:03 pm
  2. insya’Allah …

    Posted by abdurrahmanbinsaid | 27 Oktober, 2008, 9:03 am
  3. salam sukses, anda mau berkerja sambilan melipat brosur, sukses buat anda

    Posted by http://www.motivasi-winner.com | 20 Maret, 2009, 5:23 pm
  4. makasih buangeet mas………..artikel ini sungguh sangat membantuku bikin makalah sat kepepe, semoga nantinya bisa belajar banyak dari mas……

    Posted by nia | 16 Oktober, 2009, 11:53 pm
  5. thanks buat artikelx..membantu bgt…

    Posted by Syifa | 26 Maret, 2011, 6:58 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Nomor Anda

  • 65,246 hits

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: