The New War in Ghaza

Di manakah engkau …
Perang di Palestina adalah perang yang seakan tidak akan ada hentinya, sudah sejak lama dan tidak ada penyelesaian. Sayang sekali Dunia selama ini sangat tergantung dengan “keputusan-keputusan” Amerika, seakan segala konflik tidak ada penyelesaian, kecuali dengan “jalan” yang diberikan oleh Negeri Dolar itu.
Israel tetap menjadi penjajah abadi bagi Palestina, dunia diam, menutup mata dan telinga mereka.
Semburan asap gas, desingan peluru, bahkan ledakan bom adalah kehidupan keseharian warga Palestina. Namun akhir tahun 2008 yang lalu Israel dengan berdalih membalas salah satu kelompok keras Hamas di Jalur Gaza Palestina, membabi buta, memborbardir seluruh kawasan itu tanpa ampun. Bahkan mereka sudah memulai serangan darat.
Sudah sangat banyak korban tidak bersalah, terutama wanita dan anak-anak yang berguguran. Israel tetap tidak peduli, dan Amerika tetap “cuek”. Pertanyaannya, kenapa dunia begitu harus menunggu Amerika ?.
Di mana kekuatan Bangsa-bangsa ? PBB seakan kerdil dan hanya bisa “kasihan”, dengan menurunkan bantuan kemanusiaan saja.
Coba anda dengarkan jeritan tangis anak-anak Palestina di Gaza ini:
16 Februari, 2009 pada 6:17 am
Gaza menangis. Anak kecil yang masih suci menjadi korban dari keserakahan makhluk yang bernama manusia. Manusia yang tak mampu, atau memang sengaja, berprilaku secara manusiawi. Dan kejahatan pun terus berlanjut tanpa ada yang bisa menghentikan. Sedangkan mereka, yang beridentitas sebagai “orang pandai”, hanya sibuk mencari siapa yang salah dan benar. Tapi, mereka sedang dalam kesakitan.
Kehidupan adalah rangkaian dari beberapa pengkhiatan yang terus berlanjut. Entah sampai kapan.
16 Februari, 2009 pada 6:36 am
Salam hormat gus……..semoga sukses selalu. Ya Rabb.
16 Februari, 2009 pada 9:38 am
alaik wa ala ibadi Allah as-shalihin.
keep consist on us, OK
21 Februari, 2009 pada 2:33 am
klo bsa,isu yg udh bnyk dperbincangkn ni qt bahasx dr segi lainx. cx Q udh ag bosen bca ttg itu2 lagi,itu2 lg.
Afwan…
Slm Bakti to all Yai n Bunyai….
23 Februari, 2009 pada 2:51 pm
Thanks,
pertama: konsistensi spesifikasi keilmuan
kedua: udah lama gua ndak ngopeni blok ini