Definisi Qasam Al-Qur’an
Perbedaan kemampuan manusia dalam menangkap isyarat-isyarat hidayah sebagai petunjuk keabenaran, adalah kondisi realitas yang harus disikapi secara bijak oleh teks al-Qur’an. Kondisi pertama disebut “jiwa yang suci” dengan kemampuan menerima segala petunjuk walau hanya berbentuk isyarat sederhana. Dan kondisi kedua, disebut “jiwa yang tertutup awan kebodohan, dan terselubung gelapnya ke-bathil-an”, cenderung tidak dapat menangkap kode isyarat yang sederhana, sehingga perlu untuk disikapi dengan ungkapan-ungkapan yang lebih kuat[1].