//
you're reading...
Buku

Mengkaji Ilmu Al-Qur’an: Bab I

Definisi Al-Qur’an

AI-Qur’an secara bahasa Arab berarti “bacaan”, dimana al-Qur’an mungkin adalah “kitab” yang paling banyak dibaca di dunia. Per­lu diketahui, bahwa kata “Kitab Suci” tidak disebutkan dalam al-Qur’an. Yang ada adalah sebutan Kitab Mulia, Kitab Agung, Kitab Pemurah, atau yang lain. Kitab Suci dikenal karena media, terpengaruh sebutan kitab suci lainnya. Kesempurnaan dalam bahasa yang tidak dapat ditentang oleh para pujangga, bahasa dan makna dipadukan, irama, keselarasan melodi, ritmenya menghasilkan sebuah efek hipnotis yang luar biasa.

Barangkali bagi orang awam, kandungan al-Qur’an sulit untuk dapat dimengerti, karena ia tidak dimulai secara kronologis ataupun narasi-narasi sejarah seperti halnya kitab Yahudi. Ia juga tidak mendasarkan teolo­ginya dalam cerita-cerita dramatis sebagaimana epik-epik India. Tidak pula Tuhan diungkap dalam bentuk manusia sebagaimana dalam Bibel dan Bhagavad Gita. Dimana secara kronologis, ia berbicara langsung soal pendidikan, sebagaimana sering dikemukakan oleh para penulis modern, berbicara mengenai membaca, mengajar, memahami dan menulis.[1]

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.[2]

Kata pertama dalam Islam adalah sebuah perintah yang ditujukan kepada Nabi, yang secara linguistik menunjukkan bahwa penyusunan teks al-Qur’an berada di luar kewenangan Muhammad saw. Gaya serupa ini tetap diperta­hankan di sepanjang al-Qur’an. Ia berbicara kepada atau ten­tang Nabi dan tidak mengizinkan Nabi berbicara atas kehen­daknya sendiri. Al-Qur’an menggambarkan dirinya sendiri sebagai sebuah kitab yang sengaja “diturunkan” Tuhan kepada Nabi. Ungkapan kata “diturunkan” atau anzalna dalam berbagai bentuk digunakan lebih dari 200 kali. Secara intrinsik, ini berarti bahwa konsep dan isi al-Qur’an benar-benar diturunkan dari langit. Sebagaimana dalam beberapa ayat yang lain, dinyataka bahwa Tuhan juga menurunkan besi, mizan (keadilan, keseimbangan, harmoni) dan 8 pasang binatang ternak. Al-Qur’an diturunkan secara bertahap dalam berbagai peristiwa dalam kurun waktu 22 tahun 2 bulan dan 22 hari. Ia dikutip langsung dari catatan di Lauh Mahfuzh, yang berarti Kitab Utama atau kita sebut “Pusat Arsip yang tersimpan”.

Al-Qur’an mendeklarasikan dirinya sebagai; bacaan yang tersusun rapi, sempurna, tidak ada yang ketinggalan dan terjamin dari distorsi bentuk apapun. Kitab yang sangat unik, dimana di dalamnya, Nabi pun kadang-kadang dikritik dan ditegur dalam beberapa peristiwa. Al-Qur’an juga selalu menyisipkan ayat-ayat tertentu yang mendesak pembaca agar menggunakan kemampuan intelektualnya, mengenali dan memahami isyarat-isyarat ilmiah sebagai tanda-tanda kebesaran Pencipta melalui alam semesta, Ayat Allah dalam bentuk non tekstual (ayat kauniyah) sumber Metafisis Tertinggi. Muslim modern mengatakan ada sekitar 900 ayat yang memuat tanda-tanda ini, dari total 6.236 ayat. Hanya 100 ayat yang berbicara persoalan peribadatan, dan “hanya” puluhan ayat yang membahas masalah-masalah pribadi, hukum perdata, hukum pidana, peradilan dan kesaksian. Al-Qur’an dalam cara pe­nyajiannya, dapat membahas masalah doktrinitas keimanan, moral, ritu­al, hukum, sejarah, alam, antisipasi masa mendatang, secara sekaligus dalam satu surat. Ini memberikan daya persuasif yang lebih besar.

Masih secara bahasa, kata Al-Qur’an masih dalam perdebatan asal akar katanya,

1.      As-syafi’I berpendapat bahwa kata Al-Qur’an adalah “kata resmi” untuk Kalamu Allah  yang diturunkan kepada Rasulullah saw, artinya ia sama sekali tidak berasal dari akar kata apapun, namun menurutnya kata Al-Qur’an tidak memakai hamzah (‘an) sehingga harus dibaca al-Quran.[3]

2.      al-‘Asy’ari mengemukakan bahwa akar kata Al-Qur’an berasal dari kata qarana yang berarti bergabung atau beriringan, dimana Ayat Al-Qur’an selalu beriringan dengan ayat yang lain, demikian juga dengan Surat-suratnya

3.      al-Farra’ menyatakan bahwa kata Al-Qur’an berasal dari kata Qara’in bentuk jamak dari kata qarinah yang berarti tanda (pembenaran), ini karena setiap ayat “membenarkan” ayat-ayat yang lain

4.      az-Zajjah mengatakan bahwa kata Al-Qur’an berasal dari kata qar’I yang berarti mengumpulkan, karena Al-Qur’an menghimpun segala essensi dari Kitab samawi sebelumnya

5.      Schwally dan Weelhausen mengungkapkan bahwa kata Al-Qur’an berasal dari bahasa Siria atau Ibrani yang berakar dari kata qeryana atau qiryani dengan arti sesuatu yang dibaca

6.      Kelompok yang lain diantaranya al-Lihyani berpendapat bahwa asal kata Al-Qur’an adalah qara’a dimana kata Qur’an adalah bentuk isim mashdar yang bermakna sama dengan bentuk isim maf’ul-nya yaitu sesuatu yang dibaca[4].

Di dalam Al-Qur’an sendiri kata “Qur’an” disebutkan sebanyak 70 kali, dan hampir semuanya mengarah pada “istilah resmi” yang menunjuk pada “Kitab Al-Qur’an”. Hanya ada dua ayat yang penulis kira dapat kita jadikan rujukan penelusuran akar katanya, yaitu;

Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.[5]

Kata qur’an dalam dua ayat di atas tidak menunjuk pada istilah tertentu, namun menunjuk pada arti bacaan (qira’ah), kata ini berakar dari kata qara’a, yaqra’u, qira’atan, dan atau qur’anan[6], dan dalam bacaan yang kita kenal dari dua ayat di atas, jelas bahwa kata Al-Qur’an dibaca dan ditulis dengan memakai hamzah.

Kata Al-Qur’an yang dimaksudkan dalam 68 ayat yang lain, menunjuk pada nama resmi untuk keseluruhan kesatuan Al-Qur’an yang ada dalam mushhaf, dan seluruh satuan-satuan parsialnya. Istilah resmi ini menunjuk pada pengertian bahwa Al-Qur’an adalah “Kalam Allah” yang diturunkan melalui “ar-Ruh al-Amin” kedalam Hati Rasulullah saw dengan Bahasa Arab dan kandungan yang Haq, agar menjadi bukti bagi Rasulullah saw bahwa ia utusan Allah Swt, sebagai pedoman bagi manusia agar mereka mendapatkan “petunjuk”-nya, dan mendekatkan diri sebagai ibadah dengan membacanya. Ditulis diantara sampul mushhaf, yang dimulai dengan Surah al-Fatihah dan diakhiri dengan Surah an-Nas, disampaikan kepada kita secara dalam bentuk tulisan dan bacaan dengan riwayat mutawatir, dari generasi ke generasi, terjaga dari segala bentuk perubahan dan distorsi, sebagai pembenaran Firman Allah Swt di dalamnya: “Sesungguhnya kami telah menurunkan Al-Qur’an, dan kami menjaganya”[7]

Istilah lain

Istilah yang dimaksud adalah ungkapan yang menunjuk pada Al-Qur’an yang disebutkan dalam Al-Qur’an itu sendiri. Setidaknya terdapat sekitar 50 istilah yang berhasil dikumpulkan oleh as-Suyuthi dan az-Zarkasyi, baik yang berupa nama atau sifat Al-Qur’an. Antara lain yang kita kenal:

  1. Adz-Dzikir yang berarti peringatan, kata “adz-Dzikir” disebutkan sebanyak 14 kali dalam bentuk definited, 10 diantaranya menunjuk pada Al-Qur’an, dan 25 kali dalam bentuk indefinited, 4 diantaranya merujuk pada Al-Qur’an,  antara lain pada QS. 21:50, 3:58, 41:41

Dan Al Quran Ini adalah suatu Kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang Telah kami turunkan. Maka mengapakah kamu mengingkarinya?.[8]

  1. Al-Kitab yang maksudnya “kitab suci”, disebutkan 255 kali dalam bentuk defineted atau indefinited, yang merujuk pada Al-Qur’an antara lain pada QS. 41:3, 56:78, 15:1, 18:1, 21:10, 27:1, 39:41, 41:41, 43:2, 44:2, 5:15, 6:92.

Hai ahli kitab, Sesungguhnya Telah datang kepadamu Rasul kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya Telah datang kepadamu “cahaya” (Nabi Muhammad Saw) dari Allah, dan Kitab yang menerangkan (al-Qur’an)[9].

  1. Al-Furqan yang berarti pemisah antara “kebenaran” dengan “kebatilan”, disebutkan 4 kali, dan hanya dua diantaranya yang menunjuk pada arti Al-Qur’an yaitu pada QS. 3:4, dan 25:1

Sebelum (Al Quran), menjadi petunjuk bagi manusia, dan dia menurunkan Al Furqaan.[10]

  1. At-Tanzil, sebagai kitab yang diturunkan, disebutkan sebanyak 10 kali, antara lain pada QS. 26:192, 41:2, 41:42

Dan Sesungguhnya Al Quran Ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta Alam.[11]

Sementara itu, sifat Al-Qur’an yang kita kenal antara lain;

  1. Al-Huda yang berarti petunjuk, terdapat pada QS. 10:57, 2:2, 2:97

Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.[12]

  1. Al-Hukum, terdapat pada QS. 13:37

Dan Demikianlah, kami Telah menurunkan Al Quran itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab.[13]

  1. Al-Mau’idhah sebagai peringatan, terdapat pada QS. 10:57

Hai manusia, Sesungguhnya Telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.[14]

  1. Al-Mubarak yang diberkati, pada QS. 21:50

Dan Al Quran Ini adalah suatu Kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang Telah kami turunkan. Maka mengapakah kamu mengingkarinya?.[15]

  1. An-Nur sebagai cahaya, pada QS. 4:174

Hai manusia, Sesungguhnya Telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan Telah kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Quran).[16]

  1. Al-Qayyim kitab yang lurus, terdapat pada QS. 18:2

Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik.[17]

  1. Ar-Rahmat sebagai penjelmaan “kasih” Allah, pada QS. 17:82

Dan kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.[18]

  1. As-Sidqu, sebagai “pembenaran”, yaitu pada QS. 39:32, 39:33

Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka Itulah orang-orang yang bertakwa.[19]

  1. Asy-Syifa’, sebagai “penyembuh”, pada QS. 10:57, 17:82.

Perbedaan Al-Qur’an dengan Al-Hadits Al-Qudsi

Apabila dilihat dari sumber mata rantai periwayatan, Al-Qur’an dan Hadits Qudsi kadang sulit untuk dibedakan, dimana keduanya disandarkan pada sumber yang sama sebagai subyek ungkapan. Namun setidaknya terdapat sembilan perbedaan, dimana karakteristik al-Qur’an adalah sebagai:

1.      Mu’jizat yang tetap dan terlindungi dari perubahan

2.      Haram meriwayatkannya dengan makna

3.      Haram menyentuhnya bagi hadats dan membacanya bagi junub

4.      Dibaca dalam shalat

5.      Disebut dengan nama resmi “al-Qur’an”

6.      Membaca satu huruf dinilai 10 kebaikan

7.      Haram menjualnya menurut 1 riwayat Ahmad dan makruh bagi Syafi’iyah

8.      1 jumlah disebut ayat, dan sejumlah ayat disebut surat

lafadz dan maknanya dari Allah dengan wahyu yang jelas (jaliy)[20]


[1] Arifin Muftie, Matematika Alam Semesta, Keterpeliharaan Al-Qur’an, html / chm : pakdenono – 2005 –

[2] QS 96 al-’alaq, 1-5

[3] Dalam manuskrip Al-Qur’an beraksara Kufi awal, kata “Al-Qur’an” ditulis tanpa menggunakan hamzah, sehingga memungkinkan sejumlah pandangan pada asal katanya. Lihat Taufik Adnan Amal, Rekonstruksi Sejarah Al-Qur’an, hlm 45

[4] as-Shiddieqy, Sejarah dan Pengantar Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, hlm 5-6

[5] QS. Al-Qiyamah, 17-18

[6] Lihat Tafsir Jalalaen, Juz 1, hlm 779, Tafsir Ibnu Katsir, Juz 4, hlm 577, dan Tafsir at-Thabari, juz 12, hlm 340

[7] Lihat Abdul Wahab Khalaf, Ilm Ushul al-Fiqh, hlm 23

[8] QS 21 al-Anbiya’, 50

[9] QS 5 al-Ma’idah, 15

[10] QS 3 Ali Imran, 4

[11] QS 26 as-Syu’ara’, 192

[12] QS 2 al-Baqarah, 2

[13] QS 13 ar-Ra’d, 37

[14] QS 10 Yunus, 57

[15] QS 21 al-Anbiya’, 50

[16] QS 4 an-Nisa’, 174

[17] QS 18 al-Kahfi, 2

[18] QS 17 al-Isra’, 82

[19] QS 39 az-Zumar, 33

[20] Lihat Shubhi Sholeh, Membahas Ilmu Hadits, hlm

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Nomor Anda

  • 77,108 hits

Kategori

%d blogger menyukai ini: