//
you're reading...
artikel

Sekte Khawarij

A. PARADIGMA PEMIKIRAN
Meminjam pemikiran Plato tentang paradigma pemikiran manusia, ia berpendapat bahwa manusia dengan segala kecerdasannya tidak akan pernah mencapai kebenaran yang hakiki, benar dari segala segi, pandangan dan aspeknya. Tapi juga tidak akan terdapat kesalahan yang hakiki, salah dari segala segi, pandangan dan aspeknya. (Abu Zahrah: 7)


Pemikiran seperti ini sejalan dengan Teori Ketidak-hinggaan yang menegaskan bahwa manusia buka “Superman” yang tahu segalanya atau selalu dalam kebenaran. Kacerdasan manusia akan berhenti pada satu titik stadium tertentu, yang sehingga dari titik itulah ia mengetahui sesuatu yang dinilainya sebagai “kebenaran”. Plato mencontohkan dengan bila beberapa orang dengan hanya menggunakan indra perasanya, mereka mencoba mendefinisikan seekor Gajah dari berbagai bagian organ gajah itu, maka anda dapat membayangkan apa yang akan terjadi dari kesimpulan mereka; yaitu “sebuah perbedaan”.
Muhammad Abu Zahrah merumuskan beberapa penyebab mendasar dari perbedaan pemikiran manusia, antara lain: Perbedaan kepentingan, perbedaan metodologi, perbedaan kemampuan dan dorongan fanatisme. Paradigma pemikiran manusia yang seperti ini perlu dipaparkan sebelumnya, karena  sangat penting untuk bersikap bijaksana dalam menghadapi segala perbedaan dan menempatkannya secara proporsional. (Abu Zahrah: 7-9)
B. VISUALISASI POLITIK KHILAFAH ALI RA.
Kepemimpinan Ali ra. pada Khilafah Islamiyah disebabkan meluasnya fitnah saat itu. Utsman ra. yang telah berhasil memperluas wilayah Islam, dirongrong sebagian golongan sparatis dengan gerakan pemberontakan yang berakhir dengan terbunuhnya Utsman. Ini menyebabkan Kepemimpinan Ummat Islam sempat vakum selama lima hari. Dan pada akhirnya Ali ra. dibai’at secara terbuka di hadapan para sahabat dan sebagian Muslimin. Sementara golongan Umawiyah tidak menyetujuinya (an-Nabhani: 106-107).
Inilah yang mendorong perpecahan kaum Muslimin menjadi dua golongan besar; yang satu mensyahkan kepemimpinan Ali ra. dan yang lain menentangnya. Perpecahan ini pada akhirnya menyulut terjadinya perang saudara antara dua pihak yang puncaknya terjadi pada Perang Syiffin (al-Khudlori: 104). Dalam perang itu, adalah seorang Amr bin Ash, seorang panglima piawai dan ahli strategi yang sebelumnya melakukan desersi ke barisan Mu’awiyah ra. setelah kepemimpinan Ali ra. Ia mengangkat Mushhaf Al-Qur’an diujung tombak yang dapat menghentikan peperangan yang menurut penilaiannya akan dimenangkan kubu Ali ra. (Ahmad Amin: 20).

C. SEJARAH KELAHIRAN KHAWARIJ
Seperti yang disinggung sebelumnya dalam pendahuluan bahwa Khawarij lahir dari komponen paling berpangaruh dalam khilafah Ali ra. Yaitu dari tubuh militer pimpinan Ali ra. Sendiri. Pada saat kondisi politik yang makin tidak terkendali dan dirasa sulit untuk mereda dengan prinsip masing-masing. Maka kubu Mu’awiyah ra. yang merasa akan dikalahkan dalam perang syiffin menawarkan untuk mengakhiri parang saudara itu dengan “Tahkim dibawah Al-Qur’an”.
Semula Ali ra. Tidak menyetujui tawaran ini, dengan prinsip bahwa kakuatan hukum kekhilafahannya sudah jelas dan tidak dapat dipungkiri. Namun sebagian kecil dari kelompok militer pimpinannya memaksa Ali ra. Menerima ajakan kubu Mu’awiyah ra. Kekompok ini terbukti dapat mempengaruhi pendirian Ali ra. Bahkan saat keputusan yang diambil Ali ra. Untuk mengutus Abdullah bin Abbas ra. Menghadapi untusan kubu lawannya Amar bin al-Ash dalam tahkim, Ali ra. Malah mengalah pada nama Abu Musa al-Asy’ary yang diajukan kelompok itu menggantikan Abdullah bin Abbas ra.
Anehnya, kelompok ini yang sebelumnya memaksa Ali ra. Untuk menyetujui tawaran kubu Mu’awiyah ra. Untuk mengakhiri perseteruannya dengan jalan Tahkim. Pada akhirnya setelah Tahkim berlalu dengan hasil pengangkatan Mu’awiyah ra. Sebagai khilafah menggantikan Ali ra. Mereka kemudian menilai dengan sepihak bahwa genjatan senjata dengan cara Tahkim tidak dapat dibenarkan dan illegal dalam hukum Islam. Artinya menurut mereka, semua kelompok bahkan setiap individu yang telah mengikuti proses itu telah melanggar ketentuan syara’, karena telah melanggar prinsip dasar bahwa setiap keputusan berada pada kekuasaan Tuhan (lâ hukma illa lillâh). (Abu Zahrah: 60)
Dan sesuai dengan pokok-pokok pemikiran mereka bahwa setiap yang berdosa maka ia telah kafir, maka mereka menilai bahwa setiap individu yang telah melangar prinsip tersebut telah kafir, termasuk Ali ra. Sehingga Mereka memaksanya untuk bertobat atas dosanya itu sebagaimana mereka telah bertobat karena ikut andil dalam proses Tahkim. (Abu Zahrah: 60)
Demikian watak dasar kelompok ini, yaitu keras kepala dan dikenal kelompok paling keras memegang teguh prinsipnya. Inilah yang sebenarnya menjadi penyabab utama lahirnya kelompok ini (Syalabi: 333). Khawarij adalah kelompok yang didalamnya dibentuk oleh mayoritas orang-orang Arab pedalaman (a’râbu al-bâdiyah). Mereka cenderung primitive, tradisional dan kebanyakan dari golongan ekonomi rendah, namun keadaan ekonomi yang dibawah standar tidak mendorong mereka untuk meningkatkan pendapatan. Ada sifat lain yang sangat kontradiksi dengan sifat sebelumnya, yaitu kesederhanaan dan keikhlasan dalam memperjuangkan prinsip dasar kelompoknya. Walaupun keikhlasan itu ditutupi keberpihakan dan fanatisme buta. Dengan komposisi seperti itu, kelompok ini cenderung sempit wawasan dan keras pendirian. Prinsip dasar bahwa “tidak ada hukum, kecuali hukum Tuhan” mereka tafsirkan secara dzohir saja. (Abu Zahrah: 63)
Bukan hanya itu, sebenarnya ada “kepentingan lain” yang mendorong dualisme sifat dari kelompok ini. Yaitu; kecemburuan atas kepemimpinan golongan Quraisy. Dan pada saatnya kemudian Khawarij memilih Abdullâh bin Wahab ar-Râsiby yang diluar golongan Quraisy sebagai khalifah. Bahkan al-Yazidiyah salah satu sekte dalam Khawarij, menyatakan bahwa Allah sebenarnya juga mengutus seorang Nabi dari golongan Ajam (diluar golongan Arab) yang kemudian menghapus Syari’at Nabi Muhammad SAW. (Abu Zahrah: 63-64).
Nama khawarij diberikan pada kelompok ini karena mereka dengan sengaja keluar dari barisan Ali ra. dan tidak mendukung barisan Mu’awiyah ra. namun dari mereka menganggap bahwa nama itu berasal dari kata dasar kharaja yang terdapat pada QS: 4, 100. yang merujuk pada seseorang yang keluar dari rumahnya untuk hijrah di jalan Allah dan Rasul-Nya (Nasution: 13). Selanjutnya mereka juga menyebut kelompoknya sebagai Syurah yang berasal dari kata Yasyri (menjual), sebagaimana disebutkan dalam QS: 2, 207. tentang seseorang yang menjual dirinya untuk mendapatkan ridlo Allah (Nasution: 13, Syalabi: 309).  Selain itu mereka juga disebut “Haruriyah” yang merujuk pada “Harurah’ sebuah tempat di pinggiran sungai Furat dekat kota Riqqah. Ditempat ini mereka memisahkan diri dari barisan pasukan Ali ra. saat pulang dari perang Syiffin. Kelompok ini  juga dikenal sebagai kelompok “Muhakkimah”. Sebagai kelompok dengan prinsip dasar “lâ hukma illa lillâh”. (Syalabi: 309).
D. POKOK-POKOK PEMIKIRAN KHAWARIJ
1. Pembentukan Khilafah harus dari pemilihan umum yang bebas dan adil dari seluruh kamu muslimin tanpa sekat golongan.
2. Khilafah tersebut akan terus memimpin dalam priode tertentu selama tidak melanggar syariat (versi mereka). Bila terbukti melanggarnya, maka harus dibubarkan dan diperangi.
3. Khilafah Islamiyah tidak dikhususkan untuk satu golongan tertentu, tapi semua golongan muslimin mempunyai hak yang sama dalam khilafah. Bahkan menurut mereka khalifah yang diluar golongan Quraisy lebih direkomendasikan, karena pada prosesnya nanti apabila khilafah terbukti melanggar syari’at, akan gampang proses pengalihan kekuasaannya. Bahkan menurut an-Najdât, salah satu sekte dari Khawarij. Pembentukan Khilafah tidak wajib apabila seluruh kaum muslimin dapat memperbaiki dan menjaga segala aspek kehidupannya bersama-sama.
4. Mereka menilai bahwa kesalahan pemikiran dalam suatu kajian tertentu yang kemudian menimbulkan kesimpulan yang salah pula (menurut versi mereka), adalah perbuatan dosa. Dan perbuatan sama dengan perbuatan kufur. (Abu Zahrah: 65-66)
E. DASAR-DASAR PEMIKIRAN KHAWARIJ
Telah disinggung diatas tentang karakteristik kelompok Khawarij yang primitive, dan fanatisme yang kuat membuat kelompok ini cenderung gegabah dan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Dalam usaha  perspektifitas dasar hukum, mereka cenderung menafsirkannya secara dzohir saja. ini terbukti dalam beberapa dasar hukum pemikirannya. (Abu Zahrah: 66-67, Syalabi: 347)
1. Dalam hal pengkafiran pelaku dosa, mereka mengambil beberapa ayat Al-Qur’an sebagai dasar hukumnya, antara lain QS: 3, 97.
2. Dalam hal prinsip bahwa tidak ada hukum kecuali hukum Allah, diambil dari QS: 5, 44.
F. KELOMPOK PECAHAN KHAWARIJ
1. Al-Muhakkimah
Seperti yang telah disinggung, “al-Muhakkimah” adalah nama lain dari Khawarij, karenanya ia bukan subsekte dari Khawarij. kelompok ini yang pertama kali memakai Syi’ar “lâ hukma illa lillâh”. (Nasution: 15-16)
2. Al-Azariqah
Kelompok ini terbesar setalah Al-Muhakkimah, yang dibentuk oleh Nafi’ Ibn al-Azraq, dengan pengikut tidak kurang dari dua puluh ribu orang. Kelompok ini lebih keras dan radikal dari pada kelompok sebelumnya. Karena tidak lagi memakai term “kafir” bagi yang melanggar pemahaman Azariqah, tapi sampai kepada term “musyrik”. Lebih jauh mereka menilai semua orang termasuk golongan mereka sendiri, yang tidak mau berhijrah ke lingkungan al-Azariqah adalah musyrik dan harus diperangi. Pemahaman kelompok ini yang terlalu radikal, kemudian memicu perpecahan. (Nasution: 16-17)
3. Al- Najdat
Abu fudaik, Rasyid at-Tawil dan Atiah al-Hanafi dari al-Azariqah, yang tidak sependapat dengan pemahaman radikal Azariqah, memisahkan diri dan pergi ke Yammah. Didaerah ini terdapat kelompok yang dibentuk Najdah Ibn ‘Amir al-Hanafi yang sesungguhnya mau bergabung dengan kelompok al-Azariqah, kemudian dirangkul oleh Abu Fudaik. Walaupun Najdah diangkat sebagai Imam, namun apabila kelompoknya tidak memerlukan kepemimpinan, maka Imam tidak diperlukan lagi. Dalam kelompok ini juga dikenal paham taqiah, yaitu merahasiakan pemehaman demi keamanan. An-Najdat tergolong lunak terhadap pihak luar, hal ini kemudian memicu perpecahan, Atiah al-Hanafi mengasingkan diri ke Iran, sedangkan Abu fudaik dan Rasyid at-Tawil mengadakan perlawanan terhadap Najdah. (Nasution: 17-19)
4. Al-‘Ajaridah
Mereka adalah pengikut Abd Karim Ibn ‘Ajrad, kelompok ini lebih lunak dai kelompok sebelumnya. Dengan paham bahwa anak kecil tidak menanggung dosa oaring tuanya. (Nasution: 20)
5. Al- Sufriyah
Dipimpin oleh Ziad Ibn as-Asyfar, kelompok ini sama ekstrimnya dengan Azariqah. Mereka membagi term kufur menjadi kufur bi an-ni’mah dan kufur bi ar-Rububiyah, sehingga tidak semua kufur dianggap keluar dari Islam. (Nasution: 21)
6. Al-Ibadiyah
Kelompok ini paling moderat dari yang lain. Nama al-Ibadiyah diambil dari nama Abdullah Ibn Ibad yang keluar dari Azariqah pada tahun 686 M. mereka menganggap perbuatan dosa besar tidak mengakibatkan kekafiran, mereka tetap dianggap muwahhid tapi bukan mukmin. (Nasution: 22)

KESIMPULAN
Dari kajian diatas, dapat kami simpulkan beberapa poin berikut:
1. Penyebab mendasar dari lahirnya kelompok Khawarij adalah kepicikan pemikiran di tubuh Khawarij, yang ditimbulkan oleh komposisi pendukungnya yang mayoritas orang Arab.
2. Pergeseran pemikiran kelompok ini, dari gerakan politik menjadi gerakan aqidah, juga gambaran kepicikan dan sempitnya wawasan. Mereka sebenarnya tidak menemukan alasan yang tepat untuk menutupi “motivasi” yang sebenarnya dari pemberontakan it

Diskusi

2 thoughts on “Sekte Khawarij

  1. Sukron…
    bisa buat ngerjain makalah dari tugas guru…

    Posted by Muizz | 23 Maret, 2009, 9:26 am
  2. ngeri juga ya,lantas kitaini siapa ?
    apa orang-orang semacam ini masih ada?
    lalu siapa nama mereka ?
    atau kelompok apa?
    terus terang orang yang seperti ini sangatmembingungkan
    kita mestiselalau berlindung kepada allah agar tidak terjadi seperti mereka
    percuma hidup kalau begitu.
    yang menjadi pertanyaan saya apa kelompokyang seperti ini keturunan atau sebuah sekte dalamislam?

    Posted by mahsun | 9 Agustus, 2009, 1:58 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Nomor Anda

  • 77,108 hits

Kategori

%d blogger menyukai ini: