//
you're reading...
Buku

Mengkaji Ilmu Al-Qur’an: Bab VI

Definisi Ayat dan Surat Al-Qur’an

Ayat adalah “tanda yang jelas” dimana ia akan menunjukkan adanya pengertian (makna) dibalik tanda itu, dalam perkembangannya, kemudian dikenal ayat Qauliyah dan ayat Kauniyah.  Secara terminologis bila dikaitkan dengan Al-Qur’an, kata ayat adalah “setiap jumlah dalam Al-Qur’an yang menunjukan pada hukum ayat berupa satu surat atau satu bagian” atau “satu bagian dari surat yang dipisah dengan pemisah berupa lafadz”<!–[if !supportFootnotes]–>[1]<!–[endif]–>.

Dalam Al-Qur’an, kata “ayat” muncul sekitar 382 kali, dalam bentuk tunggal atau plural. Taufik Adnan mengklasifikasikannya kedalam empat konteks, pertama; fenomena alam, kedua; fenomena mu’jizat, ketiga; tanda yang dibaca, dan keempat; sebagai unit terkecil dari Al-Qur’an, yang sesuai dengan anggapan kita dewasa ini.<!–[if !supportFootnotes]–>[2]<!–[endif]–>

Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu.<!–[if !supportFootnotes]–>[3]<!–[endif]–>

Sementara surat, menurut etimologi harfiyahnya menunjuk pada pengertian sesuatu yang berkedudukan tinggi. Pengertian ini menggambarkan bahwa surat-surat Al-Qur’an diturunkan dari “tempat yang tinggi”.<!–[if !supportFootnotes]–>[4]<!–[endif]–> Dan menurut pengertian terminologi, Surat adalah istilah yang dipakai untuk menunjuk “bab” dalam Al-Qur’an yang seluruhnya berjumlah 114 menurut perhitungan mushhaf Utsmani yang disepakati. Dalam Al-Qur’an kata “surat” disebutkan sebanyak 9 kali dalam bentuk tunggal, dan 1 kali dalam bentuk plural

(Ini adalah) satu surat yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam)nya, dan Kami turunkan di dalamnya ayat ayat yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya.<!–[if !supportFootnotes]–>[5]<!–[endif]–>

Pada perkembangannya, Sahabat mengklasifikasikan Surat kedalam 4 kelompok, pertama: Tujuh surat panjang (as-sab’u at-thiwal) yang terdiri atas al-Baqarah, Ali Imran, an-Nisa, al-Ma’idah, al-An’am dan al-Araf atau al-Kahfi,  kedua: Surat-surat yang terdiri lebih dari seratus ayat (al-Mi’un), ketiga: Surat-surat yang kurang dari seratus ayat (al-matsani), dan keempat: Surat pendek (al-mufashshal).<!–[if !supportFootnotes]–>[6]<!–[endif]–>

Jumlah Ayat dan Surat Al-Qur’an

Definisi ayat dan surat sebagai batasan-batasan secara konkrit bentuk ayat dan surat yang ada dalam al-Qur’an, sebenarnya batasan yang penulis maksud sangat berkaitan dengan penentuan urutan baca al-Qur’an yang akan penulis bahas setelah ini. Dimana, urutan ayat secara meyakinkan telah diketahui oleh kalangan Sahabat, dan tidak demikian dengan urutan surat.

Konsensus yang kita kenal dewasa ini, adalah jumlah yang ada dalam versi Mushhaf Utsmani sebagai standarisasi mushhaf Dunia Islam. Mushhaf menyebutkan 114 surat, 6.236 ayat, 74.437 kata dan 325.345 huruf. Versi lain,  yaitu dalam mushhaf Syi’ah menyebutkan 116 surat dengan menambahkan dua surat Qunut yang masing-masing disebut surat al-Khal dan al-Hafd. Mengenai hal ini, Abu bakar al-Baqilani melaporkan bahwa Ubay ibn Ka’ab salah satu Sahabat yang memiliki mushhaf pribadi (Mushhaf Fardiyah) mencantumkan do’a Qunut pada kulit mushhafnya. Dari penilaian gaya bahasa yang fasyih dan baligh, kelompok Syi’ah kemudian menganggapnya sebagai dua surat al-Qur’an.<!–[if !supportFootnotes]–>[7]<!–[endif]–>

Penentuan urutan Ayat dan Surat Al-Qur’an

Diakui secara umum bahwa susunan ayat dan surah dalam Al-Qur’an memiliki keunikan yang luar biasa. Susunannya tidak secara urutan saat wahyu diturunkan dan tidak juga menurut subjek bahasan. Rahasianya hanya Allah Yang Mahatahu, karena Dia sebagai pemilik kitab tersebut. <!–[if !supportFootnotes]–>[8]<!–[endif]–>

Kesimpulan ini yang cenderung dianut oleh Ulama kontemporer, karena pemahaman seperti ini sejalan dengan konsep “eternalitas wahyu” di lauh alMahfudz. Dalam susunan ayat menurut az-Zarkashi semua sepakat bahwa susunan baca-nya telah ditentukan secara dogmatis (tauqifi), sementara susuna surat dalam mushhaf, muncul beberapa persepsi; pertama: mayoritas pakar menganggap bahwa Nabi menyerahkan susunan surat kepada Sahabat, kedua: susunan surat bersifat dogmatis seperti ayat. Kedua pendapat ini menurut az-Zarkashi tidak berbeda esensi, dimana hal ini diserahkan kepada Sahabat yang telah “akrab” dengan susunan yang dibacakan oleh Nabi. Hanya saja dalam beberapa Mushhaf pra-Utsmani ditemukan perbedaan susunan surat tidak pada susunan ayat. Pendapat ketiga: beberapa surat sudah diketahui susunannya saat Nabi masih hidup, dan ada kemungkinan selebihnya diserahkan kepada Sahabat.<!–[if !supportFootnotes]–>[9]<!–[endif]–> Al-A’zami menyimpulkan bahwa;

Hak istimewa ini, Allah berikan wewenang atau hak otoritas pada Nabi Muhammad agar memberi penjelasan pada umatnya. Hanya Nabi Muhammad, melalui keistimewaan dan wahyu ketuhanan, yang dianggap mampu menyusun ayat-ayat ke dalam bentuk keunikan Al-Qur’an sesuai kehendak dan rahasia Allah. Bukan komunitas Muslim secara kolektif dan bukan pula perorangan memiliki legitimasi kata akhir dalam menyusun Kitab Allah.<!–[if !supportFootnotes]–>[10]<!–[endif]–>

Disebutkan dalam Al-Qur’an;

“Dan Kami telah turunkan kepada engkau (Muhammad) berupa “peringatan” agar engkau menjelaskan kepada manusia apa-apa yang telah diturunkan pada mereka.”<!–[if !supportFootnotes]–>[11]<!–[endif]–>

Banyak sekali data empiris yang akan menjustifikasi kesimpulan ini, dimana “susunan baca” Al-Qur’an tidak sama dengan “susunan turun”-nya yang ditentukan secara dogmatis (tauqifi) oleh Rasulullah saw dengan petunjuk dari wahyu. antara lain sebuah Hadits bahwa dalam satu catatan, Jibril menyampaikan “Juknis” pencatatan sekaligus penentuan urutan Al-Qur’an, ia berkata; ‘Muhammad, Allah Swt. memerintahmu untuk kau letakkan Ayat ini pada permulaan ini dan Surah ini’.<!–[if !supportFootnotes]–>[12]<!–[endif]–>

 

<!–[if !supportFootnotes]–>[1]<!–[endif]–> Lihat at-Ta’arif, juz 1, hlm 107

<!–[if !supportFootnotes]–>[9]<!–[endif]–> Lihat az-Zarkashi, juz 1, hlm 256

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Nomor Anda

  • 77,108 hits

Kategori

%d blogger menyukai ini: