//
you're reading...
artikel

Qurban Nasional

qurban1Ketika kurban menjadi syari’at dalam interaksi ibadah vertikal, sebagai ritual tahunan pada setiap tanggal 10 Dzul Hijjah menurut kalender hijriyah, pada saat yang sama sebenarnya kondisi nasional sekarang ini  menjadikan kurban sebagai kebutuhan utama mental setiap kita dalam interaksi sosial horizontal.
pada saat, masyarakat harus dibersihkan dari aksi premanisme dan mental premanisme, maka pembentukan mental berkurban, dimana ritual hari raya kurban adalah ketentuan simboliknya, dengan arti kebersamaan, persartuan, persaudaraan dan nasionalisme, menjadi sangat penting dan utama. Konsep “i’tisham bi habli Allah” dan “al-musli akhu al-muslim” adalah mekanisme mujarab untuk mengobati penyakit premanisme ditengah masyarakat.


Di mulai dari ritual puasa, haji dan kemudian kurban, yang kemudian kita tempatkan pada kerangka berfikir pada konteks segala aspek kehidupan kita, baik sosial, ekonomi ataupun politik sekalipun. dengan mental kurban, masing-masing dari kita memposisikan dirinya sebagai salah satu anggota tubuh yang harus merasakan “rasa” yang dirasakan anggota tubuh yang lain.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Nomor Anda

  • 77,108 hits

Kategori

%d blogger menyukai ini: