//
you're reading...
cerita

Perokok adalah Ahlunnar

rokokSuatu ketika seorang Ustadz -sebut saja Ustadz Udin-, ia diundang ceramah pada acara walimatul ‘arusy, yang dalam acara tersebut Sohibul hajah mengundang dua penceramah agama.

Dalam acara ramah tamah sebelum acara tabligh akbat dimulai, Sang Ustadz bertemu dengan penceramah kedua -sebut saja Ustadz Ali-, ia seorang arab dzurriyah Rasul alias Habib. Ustadz Ali dikenal sebagai tokoh agama yang anti rokok. Di lembaga pendidikan yang ia asuh, santri dilarang keras menggunakan barang yang menurut pribadinya termasuk barang haram dikonsumsi.

Karena masyarakat dan sohibul bait (yang punya rumah) sudah memahami hal ini, maka mereka tidak seorangpun merokok pada acara ramah tamah. Kecuali Ustadz Udin,  sepertinya ia belum mengenal sosok Habib Ali, yang saat itu duduk disampingnya.

Pada awalnya, Habib Ali bersabar dan tidak memperlihatkan respon apapun terhadap tindakan Ustadz Udin. Namun, saat Habib Ali dipanggil ke panggung, ia nyeletuk dengan suara keras -agar didengar oleh Ustadz Udin- “Perokok itu ahlunnar”, sambil berdiri dan terus naik ke atas panggung.

Ustadz Udin yang saat itu merokok sendirian, terkejut dan sedikit tersinggung, tapi ia tidak dapat menjawab celentukan Sang Habib karena keburu berpidato dengan asyiknya.

Setelah Habib Ali selesai dengan tugasnya, Uatadz Udin segera menghampiri dan minta klarifikasi, “apa maksud sampean bahwa perokok itu ahlunnar?”. Habib Ali tersenyum dan memandang Ustadz yang kali ini tidak memegang rokok di tangannya. “apa habib melarang dan menghukumi rokok haram?” tambah Ustadz Udin.

“Seandainya tidak dibakar, apa rokok sampean terasa enak?” Habib Ali balik tanya, yang sekaligus menjadi jawaban dari pertanyaannya.

Diskusi

5 thoughts on “Perokok adalah Ahlunnar

  1. wah menarik ceritanya mas…..

    Salam
    Sutrisno
    http://trisnowlaharwetan.net

    Posted by Sutrisno | 22 Desember, 2008, 2:36 am
  2. saya setuju ustadz ……..!

    Posted by iful salam | 5 Januari, 2009, 2:38 am
  3. saya juga mau tanya ustadz….. ! apakah merokok juga termasuk katagori “KHOMR” ? dan sesungguhnya ulama’ lebih banyak yang menghukumi bagaimana ? syukron katsir

    Posted by iful salam | 5 Januari, 2009, 2:44 am
  4. menjawab poertanyaan adik Iful pakek rumus mantiq aja ya:

    kemungkinan 1:
    rokok termasuk khomer, khomer itu memabukkan dan setiap yang memabukkab hukumnya haram (berdasarkan Hadits), maka kesimpulannya: ROKOK HARAM

    kemungkinan 2:
    rokok mengandung bahan yang membahayakan kehidupan, dan kita diharamkan untuk membahayakan diri kita (berdasarka Al-Qur’an), maka kesimpulannya: ROKOK HARAM

    Posted by abdurrahmanbinsaid | 5 Januari, 2009, 5:26 am
  5. kalo mo lebih lengkap

    tentang perbedaan hukum rokok : klik di sini:
    http://luluvikar.blogspot.com/2006/02/rokok-menurut-pandangan-islam.html

    tentang logika hukum rokok : klik di sini:
    http://mutsaman.blogspot.com/2007/11/hukum-rokok.html

    Posted by abdurrahmanbinsaid | 5 Januari, 2009, 5:27 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Nomor Anda

  • 77,108 hits

Kategori

%d blogger menyukai ini: