//
you're reading...
artikel

Puasa ‘Asyura’

521a3805d3180399f2f481bfa24457a1

Berpuasalah satu hari,

Allah akan mengampuni dosamu dalam satu tahun.

Pada posting yang lalu, tentang merayakan tahun baru. Saya sudah menegaskan bahwa dalam Islam perayaan akan sesuatu, selalu dilaksanakan dengan Ibadah, umumnya dengan berpuasa.

Perayaan tahun baru Islam dengan hitungan hijriyah, yang dimulai dngan bulan (suci) muharram, termasuk dalam teori saya. Dalam bulan ini kita disunnahkan berpuasa tiga hari, yang menurut iformasi (menurut laporan An-Nasa’i dalam kitab Al-Kubra: 6916) dinyatakan sebagai puasa terpenting selama satu tahun setelah puasa Ramadhan.

Suatu riwayat lain melaporkan bahwa : Penciptaan ‘Arsy, langit, bumi, matahari, bulan, bintang dan bahkan surga, terjadi pada hari ‘Asyura. Begitupun peristiwa besar yang menjadi catatan sejarah manusia, seperti pada masa Nabi Adam, Idris, Nuh, Ibrahim, Ya’qub, Yusuf, Musa, Sulaiman, Yunus, Isa ‘alaihimussalaam, mereka semua mendapatkan keselamatan dan pertolongan istimewa dari Allah swt pada hari ‘Asyura. Begitu banyak peristiwa yang terjadi pada tanggal itu, hingga Rasulullah saw berpesan agar ummat tidak melewatkan hari itu begitu saja tanpa aktivitas keagamaan yang berarti. Untuk riwayat tentang ini, saya masih mencari sumber aslinya. Dimohon kepada pembaca yang lebih tahu tentang itu untuk memberikan informasi lengkap.

Yang jelas, Hadits lain menyatakan bahwa kita lebih berhak untuk merayakan hari penting itu dari pada kelompok lain yang pada masa Nabi sudah sejak lama merayakannya dengan kegiatan puasa, yaitu kelompok Yahudi.

Ketika Nabi tiba di Madinah, ia melihat kelompok Yahudi berpuasa pada tanggal sepuluh bulan Muharram, ia bertanya pada mereka: “kegiatan apa ini?”, mereka menjawab: “hari ini adalah hari yang baik, pada hari ini Allah telah menyelematkan Bangsa Israel dari musuh-musuh mereka, maka musa merayakannya dengan berpuasa pada hari itu”. Rasul menegaskan: “Aku lebih berhak atas Musa as. dari pada kalian”. Maka ia berpuasa pada hari itu, dan menganjurkannya. (Hadits laporan Imam Bukhari)

Dalam laporan lain, Rasul Saw. menyatakan bahwa “pada puasa tanggal sepuluh Muharram, aku berharap Allah mengampuni dosa satu tahun sebelumnya”. (Hadits laporan ImamMuslim)

Menurut Ulama, urutan afdlaliyah pelaksanaan puasa ‘asyura’ adalah sebagai berikut:

Urutan pertama, jika berpuasa tiga hari berturut-turut, yaitu tanggal 9, 10 dan 11 Muharram.

Urutan kedua, jika berpuasa dua hari, yaitu tanggal 9 dan 10 Muharram.

Urutan ketiga, jika berpuasa satu hari, yaitu tanggal 10 Muharram saja.

Semoga kita diberi Taufiq untuk dapat melaksanakannya. Amin.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Nomor Anda

  • 77,108 hits

Kategori

%d blogger menyukai ini: