//
you're reading...
artikel

Wahhabi mendukung Yahudi ?

israel-tank

Akhir Desember tahun 2008 kemaren Israel memulai perang baru di tanah Palestina, berbagai kecaman datang dari berbagai penjuru dan berbagai kelompok dan bangsa. Tidak hanya dari kelompok israelphobia, namun juga dari dalam negara Yahudi itu.

Apakah ada yang mendukung kasi brutal Israel ?, Amerika ?, Dunia Barat ?. Selama ini hanya asumsi yang ada, bahwa kelompok ini dan kelompok itu mendukung. Belum ada bukti kongkrit secara tertulis, atau bahkan menjadi “fatwa” tentang dukungan. Kalau regulasi-politis, mungkin iya. Namun tetap saja itu hanya sebatas asumsi, dan cenderung bermuatan “kepentinga-kepentingan” ideologis tertentu.

Tanggal 5 Januari 2009 yang lalu, Abu Syafiq al-Asy’ary (abu-syafiq.blogspot.com) menulis tentang pembuktian adanya dukungan dari kelompok Islam Wahhabi (saudi). Pembuktian ditulis dibawah Judul yang cukup “bombastis”: Wajib bersatu dan berbaik dengan Yahudi.

Pembuktian itu didasarkan pada tulisan Mufti Wahhabi Abdul Aziz Ibn Baz , yang dapat anda lihat dan baca sendiri di sini: www.binbaz.org.sa dengan judul: “Penjelasan dan klarifikasi atas pernyataan Syech Yusuf Al-Qardlawi tentang berdamai dengan Yahudi”.

Tulisan Ibn Baz itu adalah klarifikasi dari bantahan Syech Yusuf Al-Qardlawi mengenai fatwa tentang berdamai (shuluh) dengan Yahudi. Al-Qardlawi menilai bahwa yang dilakukan oleh Bangsa Yahudi Israel adalah penjajahan (ghasab), sehingga secara syara’ akad shuluh dengan ghasib tidak sah.

Klarifikasi Ibn Baz didasarkan pada QS. Muhammad ayat 35 ini:

فَلا تَهِنُوا وَتَدْعُوا إِلَى السَّلْمِ وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ وَاللَّهُ مَعَكُمْ وَلَنْ يَتِرَكُمْ أَعْمَالَكُمْ

Ayat di atas rupanya untuk saat ini, menurut Ibn Baz, harus famami sebaliknya (mafhum mukhalafah), bahwa dunia Muslim masih belum mencapai kekuasaan atas dunia lain, termasuk Yahudi. ia menyatakan: “ayat itu adalah jika kelompok tertindas (madhlum) kuat dan kuasa atas kelompok penindas (dhalim), namun jika sebaliknya, maka yang berlaku adalah hukum perdamaian. Sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Muhammad pada “Perjanjian Hudaibiyah”.

Menurut Ibn Baz, si madhlum – dalam hal ini warga Palestina -, boleh saja merelakan haknya demi perdamaian untuk keselamatan mereka. Sebagaimana kaedah: “sesuatu yang tidak bisa didapatkan seluruhnya, maka tidak boleh ditinggalkan seluruhnya”. Ini berdasarkan QS. at-Taghabun ayat 16:

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

dab bahwa perdamaian itu adalah suatu kebaikan (agama). Berdasarkan pada QS. an-Nisa’ ayat 128:

وَالصُّلْحُ خَيْرٌ

Sementara Abu Syafiq, mendasarkan “pembuktiannya” dengan QS. al-Baqarah ayat 120:

وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ

Saya tidak setuju, karena begini:

  1. Wahhabi – dalam hal ini Ibn Baz – terlalu jauh mengharuskan warga Palestina yang tertindas untuk berdamai dengan Yahudi Israel. Karena pertama; bagaimana mungkin QS. Muhammad ayat 35 di atas dapat difahami temporar seperti anggapannya, bahwa sekarang dunia Islam, Palestina, Irak, Iran, Kuwait, Indonesia dan bahkan Saudi, tidak mempunyai kekuatan atas Negara Yahudi Israel ?. secara tekstual saja, ayat di atas berpengertian tetap (karena memakai struktur jumlah ismiyah), sehingga tidak dapat difahami terbailk (mafhum mukhalafah). Kedua; pembatasan Ibn Baz atas “Taqwa” pada QS. at-Taghabun ayat 16, tidak dapat batasi pada kaedah “mala yudraku kulluh”, karena maksud dari ayat itu hanya pada konteks melaksanakan perintah saja, sementara meninggalkan larangan (seperti bekerja sama dengan Yahudi) harus ditinggalkan secara mutlak, (kecuali memang ketentuan Wahhabi seperti itu). Ketiga; universalitas QS. an-Nisa’ ayat 128, masih syarat perdebatan, karena as-shulhu yang dimakasudkan dalam ayat itu adalah jika terdapat perselisihan antara suami-istri.
  2. “Pembuktian” atau mungkin “tuduhan” dari Abu Syafiq di abu-syafiq.blogspot.com, sangat mungkin karena terpengaruh dengan Israelphobia yang sekarang melanda dunia. Manurut saya, dalam tulisan Ibn Baz, tidak ada indikasi bahwa Wahhabi mendukung serangan Yahudi, atau setidaknya memojokkan Palestina. Ibn Baz hanya ingin memberikan solusi atas konfilk berkepanjangan itu. (solusi Ibn Baz itu juga tidak dapat saya terima karena alasan pada poin 1 di atas).

Saya setuju pada ini:

  1. Dunia Islam setelah sempurnanya Islam ini, sekali-sekali tidak dapat berbaik atau lebih-lebih bersatu dengan Yahudi Israel, sebagaimana QS. al-Baqarah ayat 120 di atas, dan ayat-ayat yang lain tentang itu.

Diskusi

8 thoughts on “Wahhabi mendukung Yahudi ?

  1. Sip tu ..kalau ada bahan kan enak nambah artikel trus : )..ada lg..kitab tafsir showi juz 3 hal 279 surat fatir..wahhabi menghilang komentar imam showi yg brbunyi* WAHUM FIRQOTUN YUQOLU LAHUM WAHHABIYAH ..di sana imam showi menyamakan kdudukan wahhabi dgn khowarij yg menghalalkan darah&harta umat islam .tp oleh wahhaby kata2 trsbut di hilangkn pada cetakan tahun 1420 h.sdngkan pd cetakan pertama thn 1419 h dar ihya turob al-aroby .kata2 trsebut msh ada.

    Posted by Mubas | 7 Januari, 2009, 3:28 pm
  2. Catatan gelap wahhabi disebabkan karena: pertama; sebagaimana showi, dalam sistem yurisprudensi, wahhabi adalah jelmaan khawarij. Dan kedua; wahhabi adalah pertahanan “status quo” kerajaan su’ud. Sehingga bahasa “fatwa” wahhabi tergantung regulasi-politis kerajaan.

    Posted by abdurrahmanbinsaid | 7 Januari, 2009, 11:56 pm
  3. saya setuju, bahwa dinasti saudi berkemungkinan untuk “dekat” dengan yahudi, namun tulisan yang itu menurutku terlalu jauh untuk dapat dibuktikan kebenarannya.
    ketika tulisan itu berbicara tentang asal usul dinasti saud dan menyinggungnya dengan asal gaham wahhabi, dengan mengklaim bahwa Muhammad ibn Abdul Wahhab adalah yahudi, ana kira kurang tepat. dibeberapa keterangan kita dapatkan bahwa Ibn Abdul Wahhab adalah Orang terhormat dan seorang Sunni (sebagaimana dinyatakan oleh Prof. Dr. Sy. Muhammad al-Maliki dalam Mafahim)
    coba lihat ini:
    http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_bin_Abdul_Wahhab

    tentang Dinasti Saudi, mungkin lebih tepat di sini :
    http://www.acehforum.or.id/di-balik-berdirinya-t6733.html?s=4b6080474786360b7a079cdadce7190a&

    Posted by abdurrahmanbinsaid | 24 Januari, 2009, 3:23 pm
  4. pemahaman terhadap isi al qur’an yang masih global harus dengan bayan-bayan tafhim syukron

    Posted by hajiansor | 26 Januari, 2010, 7:18 am
  5. Apakah ada kesesuian dengan kajian pribadi saya tentang pergerakan pemahaman / i’tiqad ?
    http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/04/09/banyak-perbedaan/

    Posted by mutiarazuhud | 9 April, 2010, 5:21 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Hati-hati, Pemalsuan Kitab. Bagian 1 « Abdurrahman, S.H.I. - 9 Januari, 2009

  2. Ping-balik: Pembajakan kitab oleh salafy wahabi !!! Bukti mereka tidak ilmiah… « Rasulullah Mengangkat 12 Khalifah/Imam Sebagai Pengganti Dirinya… Sambutlah web syi'ah imamiyah terlengkap di Indonesia – Malaysia dan Brunei.. Web ini dialo - 9 April, 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Nomor Anda

  • 77,108 hits

Kategori

%d blogger menyukai ini: