//
you're reading...
Ilmu Hadits

Kebenaran yang sebenarnya

Didasarkan pada dua hal:
Pertama: Ketika manusia diciptakan sebagai “Khlaifah fi al-Ardh”, maka sebenarnya Allah menciptakan spesies dengan satu program: yaitu bersikap sebagai makhluk ciptaan Tuhan di dunia dan pada akhirnya Tuhan adalah tujuannya.
Dalam segala sikap, prilaku, tindakan, manusia akan selalu berusaha untuk meraih “yang benar” atau kebanaran. Kebenaran menjadi tujuan sikap hidupnya. Setiap manusia waras akan menyadari bahwa kesalahan atau “yang salah” akan membawa sesuatu yang negatif, sekecil apapun kesalahan itu. Kebenaran merupakan prioritas sejauh kemampuan manusia untuk mencapainya.

Secara Dzaty, maka sebenarnya “yang benar” adalah Tuhan. Kita menyebut-Nya sebagai “Al-Haq”. Haqiqatu al-Haq, sebenar-banarnya kebenaran adalah Allah Swt. Allah adalah Nuru al-Anwar, Cahaya segala cahaya. Karena itu, maka Allah adalah tujuan yang sebenarnya.
Kedua: Allah sebagai Kebenaran Hakikat adalah doktrin keimanan. Iman seorang mukmin menuntut untuk membenarkan Allah sebagai Kebenaran, dan iman pulalah yang membentuk Kebenaran Hakiki itu menjadi tujuan utama.
Nilai kebenaran menurut Doktrin adalah cara yang harus ditempuh bagi seorang mukmin. Kebenaran baginya adalah “yang benar” menurut Wahyu. Wahyu adalah doktrin, ketetapan akan kebenaran dari Allah Swt. Tuhan Maha Benar.
Wahyu secara konkrit diturunkan dari “langit” dengan bentuk Ajaran Samawi, wahyu dapat kita dapatkan dalam bentuk teks (qauliyah) dan konteks (kauniyah). Keduanya adalah dualisme paradigma kebenaran. Hanya saja, doktrin mengajarkan pada kita dengan prinsip teks menuju konteks. Ontologi, lalu epistimologi, baru kemudian aksiologi. Konteks akan dapat terbaca secara benar jika terdapat ukuran-ukuran (hudud) kebenaran pada teks.
Kebenaran dalam teks menurut doktrin keimanan terwujud pada dua hal: Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Diskusi

15 thoughts on “Kebenaran yang sebenarnya

  1. Salam Maya!

    Bolehkah ku katakan,
    Bahwa kebenaran itu ada pada tiga,
    Kecuali kebenaran itu adalah kebetulan?

    Salam!

    Posted by Maren Kitatau | 19 Maret, 2009, 11:32 pm
  2. Tidak ada yang kebetulan dalam Islam.
    kebenaran adalah sesuatu yang dibikin JELAS oleh Allah Swt.

    Kejelasan itu dapat dibaca dari ayat-ayat-Nya, Qauliyah ataupun Kauniyah

    al-Halal bayyin wa al-haram bayyin.

    Posted by abdurrahmanbinsaid | 25 Maret, 2009, 12:15 am
  3. Sesuatu yg sudah jelas bukan kebenaran namanya,
    Tapi kenyataan yg tak perlu dikutak-katik lagi rasanya.
    Kebenaran yg sebenarnya …aku kurang paham.

    Salam!

    Posted by Maren Kitatau | 25 Maret, 2009, 5:24 pm
  4. Kenyataan adalah kebenaran yang telah terwujud.
    dalam Islam kita mengenal kebanaran yang belum terwujud, dan PASTI akan terwujud sebagaimana direncanakan kebenarannya. Kiamat adalah rencana kebenaran yang belum menjadi kenyataan. dan kiamat adalah KEBENARAN yang JELAS akan terjadi.
    Kebenaran yang sebenarnya adalah penilaian tentang kebenaran itu melalui teks dan konteks yang Tuhan ciptakan. Teks dan konteks adalah satu paket (alias ndak boleh dicerai).

    Posted by abdurrahmanbinsaid | 26 Maret, 2009, 12:49 pm
  5. Text itu pendorong maju ke atas, bukan mundur ke bawah.
    Mari maju mengnghadap ke depan agar mudah ke atas,
    Bukan maju menghadap ke belakang gampang jungkel.

    Kebenaran yg sudah kita tau ada di belakang;
    Dari orang dan dari text dari kontes,
    Ada di luar kepala, hafal.

    Kebenaran yg sedang kita tau ada di dalam;
    Dari pengalaman diri dari pencobaan dan rahmat,
    Ada di dalam hati.

    Kebenaran yg akan kita tau ada di depan;
    Dari Tuhan YME dari inspirasi mimpi,
    Adalah rohaniah.

    Kiamat adalah sebenar mati,
    Mati sebenar tidur.

    Bila tidur adalah gambaran mati,
    Dan mati adalah gambaran kiamat,
    Tdurlah dgn gambar menjadi rahmat.

    Salam Hangat!
    NB:
    Kebenaran yg sebenarnya adalah text?
    Atau penilaian oleh text dan konteks?
    Aku belum paham!

    Posted by Maren Kitatau | 26 Maret, 2009, 4:32 pm
  6. Dalam Islam,
    Kebenaran tentang Kiamat yang PASTI akan terjadi adalah salah satu dari 6 doktrinitas keimanan. Seorang Mukmin wajib meng-imani-nya. ke-iman-an adalah kesadaran tertinggi dari seorang hamba tentang KEBENARAN yang sebenarnya. Iman adalah tashdiq (pembenaran) tantang KEBANARAN HAKIKI.

    Iman :
    1. bahwa tiada Tuhan selain ALLAH (laa ilaaha illa Allah)
    2. bahwa Muhammad adalah Rasul Allah
    3. tentang adanya makhluk yang disebut Malaikat
    4. tentang Kitab-kitab yang memuat wahyu Allah yang berbentuk teks
    5. tentang Hari Kiamat
    6. Otoritas Ketuhanan yang disebut Taqdir

    6 Doktrinitas keimanan dalam Islam itu adalah Kebenaran yang berbentuk Teks, dan merupakan informasi mengenai kebenaran hakiki yang berbentuk konteks. Kebenaran dalam teks WAHYU ALLAH adalah maqtu’ bi as-shidqi (data akurat tentang realitas yang telah, sedang atau akan menjadi kenyataan).

    lebih dalam, anda klik di link ini :
    https://abdurrahmanbinsaid.wordpress.com/2008/12/18/mengkaji-ilmu-al-quran-bab-xvi/

    Posted by abdurrahmanbinsaid | 27 Maret, 2009, 12:18 pm
  7. Kebenaran yang sebenarnya!
    Dapat kah sifatnya sementara,
    Atau kebenaran itu hrs abadi.
    Atau kebenaran itu tak memihak.

    Kebenaran yang sebenarnya!
    Dapat kah sifatnya telah terjadi,
    Atau kebenaran itu akan terjadi.
    Atau kebenaran itu tak memihak.

    Kebenaran yang sebenarnya!
    Dapat kah sifatnya selalu rasional,
    Atau kebenaran itu harus irasional.
    Atau kebenaran itu tak memihak.

    Atau kebenaran yg sebenarnya itu
    Memang selalu memihak,
    Dan selalu pilih bulu.

    Salam Damai!

    Posted by Maren Kitatau | 27 Maret, 2009, 2:21 pm
  8. Kelahiran anda, kehidupan anda dan kematian anda adalah kebenaran yang telah, sedang dan akan terjadi. Sebenarnya Kebenaran itu selalu memihak kan.

    Posted by Abdurrahmanbinsaid | 28 Maret, 2009, 3:02 pm
  9. Tetang kelahiran,
    Bukti apa yg pelu kita cari,
    Bahwa dia Bapaku, dia Ibuku?

    Tidak ada keraguan bukti bagiku,
    Selain cinta mereka yg belebihhan!
    Kebenaran begitu tak perlu bukti, kan?

    Salam Maya!

    Posted by Maren Kitatau | 30 Maret, 2009, 10:22 pm
  10. Kebenaran tidak pernah perlu Bukti,
    tapi kadang manusia yang ragu.

    sepertinya anda sudah mulai faham.
    wahai Maya di Dunia Maya.

    Posted by abdurrahmanbinsaid | 31 Maret, 2009, 11:38 am
  11. Yah!
    Aku sudah mulai faham,
    Keraguan lah yg perlu bukti.
    Kecintaan adalah Illahi sifatnya.

    Salam Damai!

    Posted by Maren Kitatau | 31 Maret, 2009, 12:56 pm
  12. Akhii…

    Al-Qur’an dan Islam kembali dihina…

    http://pakarfisika.wordpress.com/2009/04/02/exmuslim-blog-baru-penghina-islam/

    mari kita jihad…

    Posted by pakarfisika | 2 April, 2009, 4:57 am
  13. @pakar
    Kleatannya tak ada yg meresponmu, sobat!

    Mungkin,
    Jaman sudah berubah jauh,
    “Tomorow-today” lebih penting
    Dari pada “Yesterday-today”.
    kali!

    Salam Pikir Tiga!

    Posted by Maren Kitatau | 7 April, 2009, 1:22 pm
  14. Assalamualaikum wr wb.
    Salam hormat,
    Perdebatan yang tak ada kesepakatan dasar akan sangat sulit dipertemukan,sayang.!
    Ditambahlagi dengan kelainan pengalaman,inti pemandangan.alat pemandang,methoda pemandang, fungsi visi misi mutifasi pemandang,pemandangan pandangan dll juga sangat menentukan kesimpulan hasil pandangan.
    Jika ingin berdiskusi kita tetukan aturannya.kawan.agar tidak malah membingungkan kita sendiri.
    Lana a’maluna walakum a’maalukum laa nabtaghil jahiliin
    Khotamallahu ‘ala quluu bihim saddaw wamin kholfihim saddaw wa aghsyainaahum la yubshiruun.
    Shummum bukmun ‘umyun fahum la yarji’uun.
    Wassalamualaikum wr wb.

    Posted by TEGOR | 8 Juni, 2009, 10:26 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Nomor Anda

  • 77,108 hits

Kategori

%d blogger menyukai ini: