//
you're reading...
artikel, Ilmu Qur'an

Manusia di atas Malaikat

Ketika manusia akan diciptakan, Allah Swt. Memberikan informasi kepada Malaikat, makhluk Tuhan yang didesain dan deprogram untuk selalu patuh pada Perintah Tuhan. Informasi itu berisi tentang rencana penciptaan manusia sebagai khalifah atau mandataris Tuhan di muka Bumi. Allah menyatakan :

وإذ قال ربك للملائكة إني جاعل فى الأرض خليفة.

Dan ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat: “Aku akan menciptakan khalifah di Bumi”.

Komunikasi dialektika antara yang “sengaja” diadakan Allah Swt dengan makhluk-Nya yang “dimuliakan” para Malaikat, adalah bentuk proses pembentukan opini pertama yang terjadi untuk membuktikan Judul yang saya tulis kali ini; “Manusia ternyata di atas Malaikat”. Komunikasi itu berupa informasi dari Tuhan Maha Kuasa Yang tidak satupun Takdirnya terbantahkan, namun sebagai respon yang memang deprogram sedemikian rupa, Para Malaikat itu “mempertanyakan” rencana penciptaan itu:

قالوا أتجعل من يفسد فيها ويسفق الدماء، ونحن نسبح بحمدك ونقدس لك.

Mereka berkata; “akankah Engkau menciptaka makhluk yang akan membuat kerusakan di Bumi dan menumpahkan darah (di sana)?, sedangkan kami (para malaikat) selalu memuji dan mensucikan-Mu”.

Petanyaan para Malaikat bukanlah bentuk ketidak-setujuan mereka atas rencana Tuhan yang tak terbantahkan. Namun hanya sebatas komunikasi responsive atas informasi yang secara teks berbentuk khabar, yang bukan perintah atau permintaan. Respon yang diberikan para Malaikat saat itu, tentu saja berdasarkan data yang mereka ketehaui tentang manusia sebagai makhluk yang rencananya akan diciptakan untuk menjadi Khalifah di Bumi, yaitu makhluk lemah “kelas bawah” yang sama sekali bebeda dengan diri mereka para Malaikat sebagai Makhluk Tuhan yang dimuliakan (al-mukramun). Malaikat diciptakan dengan desain yang unik dan dengan program yang satu, yaitu: patuh kepada perintah Allah Swt. Sementara manusia – menurut pengetahuan mereka – adalah makhluk yang memiliki dualisme program, patuh atau tidak patuh, iya atau tidak, positif atau negative. Walaupun manusia kemudian diberikan informasi jelas tentang yang benar dan yang salah, hak dan batil, halal dan haram. Namun manusia tetap memiliki dualisme itu untuk bebas memilih menurut pribadinya.

Karena itu, Malaikat menilai manusia adalah makhluk yang hanya akan melanggar Amanah Besar yang akan dibebankan padanya sebagai Mandataris Tuhan di Bumi. Itu pengetahuan malaikat tetang manusia ketika mereka merespon informasi rencana penciptaan manusia itu. Namun Allah Swt. Menyatakan dengan tegas :

قال إني أعلم ما لاتعلمون.

Allah Swt. Berfirman : “Aku mengetahui sesuatu yang tidak kalian ketahui”.

Bahwa terdapat data yang tidak sampai pada tangan para Malaikat tentang manusia, dan data itu diketahui Allah Swt. Data itu tentang potensi manusia sebagai makhluk yang dapat mengemban Amanah sebagai Khalifah di Bumi dan bahkan menjadi Makhluk di atas Malaikat sehingga sangat pantas untuk dihormati. Untuk keperluan pengembangan potensi tersebut, setelah manusia diciptakan dengan desain yang sangat baik (fii ahsani taqwiim), Allah Swt memberikan modal besar kepada makhluk baru berupa “Ilmu Pengetahuan”.

وعلّم آدم الأسماء كلها ثم عرضهم على الملائكة فقال أنبؤوني بأسماء هؤلاء إن كنتم صادقين.

Dan Allah Swt. Mengajarkan kepada Adam as. Seluruh Aksioma-aksioma (Ilmu Pengetahuan), yang kemudian aksioma tersebut dihadapkan (dipertanyakan) kepada Malaikat, Allah berfirman : “sebutkan oleh kalian aksioma-aksioma itu, jika kalian benar (atas penilaian kalian mengenai manusia).

Penyebutan Ilmu Pengetahuan pada saat itu sebagai aksioma-aksioma (asma’) adalah bentuk cerita realitas yang secara riil menggambarkan embrio ilmu pengetahuan tersebut sebagai aksioma. Sebagaimana yang pernah saya bahas dalam judul “Nama bagi Ilmu Pengetahuan”. Ketika Ilmu Pengetahuan itu diujikan kepada para Malaikat yang sebelumnya menilai manusia sebagai makhluk lemah dengan segala kekurangan berdasarkan data yang mereka miliki, malaikat dengan segala kesadaran menyatakan :

قالوا سبحانك لا علم لنا الاّ ما علمتنا إنك أنت العليم الحكيم.

Para Malaikat berkata : “Maha Suci Engkah (wahai Tuhan), tiada pengetahuan bagi kami kecuali pengetahuan yang Engkau ajarkan kepada kami, sesungguhnya Engkau adalah Tuhan yang Maha Mengetahui dan Maha bijaksana”.

Terdapat dua kesadaran sekaligus dari pernyataan Malaikat di atas, bahwa pertama; manusia ternyata memiliki potensi lebih dari mereka dari data yang sebelumnya mereka ketahui untuk menjadi khalifah di Bumi sebagaimana direncanakan, dan kedua; penciptaan manusia adalah kebijaksanaan luar biasa dari Tuhan yang maha bijaksana.

قال يا آدم أنبئهم بأسمائهم، فلما أنبأهم بأسمائهم قال ألم أقل لكم إني أعلم غيب السموات والأرض وأعلم ما تبدون وما كنتم تكتمون.

Allah Swt. Berfirman : “wahai Adam as. Sebutkan seluruh aksioma itu kepada para Malaikat”. Dan ketika Adam as. Menyebutkan seluruh aksioma yang telah diajarkan Allah kepadanya, Allah menyataka dengan tegas : “bukankah telah Aku tegaskan bahwa Aku lebih mengetahui sesuatu yang ghaib di langit dan di bumi, dan Aku mengetahui sesuatu yang kalian perlihatkan dan sesuatu yang kalian sembunyikan”.

Ayat di atas adalah proses pembuktian akan potensi manusia sebagai makhluk yang diciptakan untuk menjadi khalifah di Bumi itu. Dan untuk itu maka makhluk baru ini pantas untuk mendapat penghargaan dan penghormatan dari para Malaikat :

وإذ قلنا للملائكة اسجدوا لآدم، فسجدوا الاّ إبليس أبى واستكبر وكان من الكافرين.

Dan ketika Aku (Allah Swt) memerintahkan para Malaikat untuk menghormati Adam as., maka mereka seluruhnya menghormatinya, kecuali iblis (terlaknat), ia tidak patuh, menyombongkan dirinya dan menjadi golongan makhluk yang kafir.

Dengan kesadaran yang dimiliki para Malaikat, mereka dengan tanpa ragu mengormati manusia si makhluk yang baru diciptakan itu. Inilah menurut saya, salah satu hikmah dari komunikasi dialektika tentang penciptaan manusia antara Allah Swt. Dengan para Malaikat-Nya.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Nomor Anda

  • 77,108 hits

Kategori

%d blogger menyukai ini: