//
you're reading...
Uncategorized

Memahami Kebodohan

Dalam kajian aksioma, kata “Kepintaran” berlawanan dengan “Kebodohan”. Jika kepintaran adalah adanya pengetahuan, maka kebodohan merupakan tidak adanya pengetahuan. Ini adalah diskripsi dengan konsep existece (wujudi) dan does not exist (adami). Pengertian dengan dilihat dari keberlawanan kata sebagaimana di atas, merupakan perspektif yang sudah diterima kebanyakan orang.

Tentang kebodohan – dengan cara itu – banyak dari kita menilai kebodohan sebagai sesuatu yang tidak eksis (amrun adami), ini berarti istilah kebodohan adalah label untuk sesuatu yang sama sekali tidak pernah ada. Tidak adanya kepintaran yang kemudian diberi label : “kebodohan”. Artinya ketika kita berusaha mencari wujud dari kata kebodohan, kita tidak akan pernah menemukannya selamanya. Karena kebodohan adalah sesuatu yang tidak pernah ada.

Ini tidak sama dengan dua kata berlawanan malam dan siang, sehat dan sakit, kenyang dan lapar, atau besar dan kecil.

Dalam beberapa kajian, kadang kebodohan justru dipandang sebagai sesuatu yang eksis (amrun wujudi), kebodohan adalah sesuatu yang menutupi pengetahuan. Artinya kebodohan adalah label untuk sesuatu yang menghalangi seseorang untuk disebut pintar.

Bersambung…

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Nomor Anda

  • 77,108 hits

Kategori

%d blogger menyukai ini: