//
you're reading...
Uncategorized

Pendapat Sahabat yang merupakan Hadits Nabi

Kemarin hari Selasa tanggal 20 April 2009, ketika kuliah materi Studi Hadits pada Dr. Fashol Adam Ibrahm as-Sudany, ada yang menarik kami diskusikan, yaitu seputar autensitas ke-shahihan dua Buku Jami Shahih (karangan Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim). salah satu teman mempertanyakan hal itu, karena menurutnya saat penyusunan buku itu penuh dengan kepentingan-kepentingan politik.
memang ada beberapa Hadits Mauquf, yaitu data mengenai sahabat (bukan mengena diri Nabi) baik berupa pernyataan, pekerjaan atau yang lain. seperti sebuah data yang ditulis Imam Al-Bukhary dalam bukunya, tentang seorang sahabat yang ditanya anaknya mengenai siapa manusia termulia setelah Nab Muhammad Saw.? sahabat itu menjawab Abu bakar, lalu Umar. bahkan dalam data itu ada indikasi menghindari penyebutan salah satu sahabat Khulafa’ Al-Rasydin yaitu Utsman. Data ni seakan mengndkaskan adanya kepentingan politik yang disebutkan temanku itu.
tapi aku tidak meyakini demikian …..
bersambung ….

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Nomor Anda

  • 77,108 hits

Kategori

%d blogger menyukai ini: