Ketika lingkungan kita mengalami perubahan kondisi, kadang lingkungan kita menuntut kita untuk bersikap dewasa. Kita tidak dapat berharap bahwa lingkungan yang kita kenal adalah lingkungan yang statis, tanpa perubahan. Perubahan pasti terjadi, hanya skala besar atau kecil, biasa atau luar biasa, terprediksi atau tidak.
Kedewasaan adalah sikap, artinya kondisi diri seseorang yang di buat agar sesuai dengan kondisi lingkungannya. Sikap penyesuaian diri dengan lingkungan dalam bahasa agama, kita kenal dengan “akhlak karimah”. Pembahasan tentang yang terakhir ini akan memakan banyak waktu, di sini saya tidak menekankan pada sisi itu.
Salah satu Guru saya pernah memberikan wejangan : “Janganlah kamu sok dewasa, pada waktunya nanti kamu akan dewasa sendiri”. pada awalnya saya kurang setuju, mungkin saat itu saya belum benar-benar menyelami maksud dari wejangan itu. Agar terstruktur, saya akan mencoba mendewasakan pemikiran kita tentang kedewasaan.
Kedewasaan seseorang akan dituntut pada hal-hal berikut : 1) ketika ia harus memutuskan sesuatu yang bersangkutan dengan orang lain, 2) ketika ia menanggung nasib kehidupan orang lain dan 3) ketika ia melakukan sesuatu untuk orang lain. Dari ketiga kondisi ini, dapat dilihat bahwa kondisi yang menuntut seseorang untuk dewasa adalah kondisi disaat seseorang menjadi Pemimpin, artinya kedewasaan sama sekali tidak tergantung pada umur, pengalaman atau tingkat pengetahuan. Namun lebih dari itu, yaitu kondisi lingkungan yang sering kita abaikan sebagai faktor terpenting pembetuk kedewasaan.
Karena itu, wejangan itu sangat benar : kita harus bersikap dewasa, katika kondisi menuntut kita untuk dewasa.
Tuntutan Kedewasaan
Dikirim artikel pada 3 Juli, 2009 oleh abdurrahmanbinsaidBesiswa S-2 ku
Dikirim News, cerita dengan kaitan (tags) depag, beasiswa, s-2 pada 6 Juni, 2009 oleh abdurrahmanbinsaidHari Sabtu Tanggal 06 Juni 2009 adalah hari yang istimewa bagi saya, karena hari ini telah terbit pengumuman tentang kelulusan Peserta Beasiswa Program S-2 bagi Guru di lingkungan Departemen Agama, dan ternyata saya termasuk pesera yang lolos seleksi tes tulis. Ini artinya; saya mendapatkan beasiswa penuh dari Direktorat Jendral Pendidikan Islam Departemen Agama Pusat untu Program Pasca Sarjana Jurusan Pendidikan Bahasa Arab yang saya pilih, sesuai dengan matapelajaran yang saya ampu di MA. Raudlatul Ulum Putra Ganjaran Gondanglegi Malang.
Saya mengetahui program beasiswa ini dari Situs Resmi Departemen Agama RI ; www.depag.go.id dengan judul “Pengumuman Penerima Calon Peserta Beasiswa Program S-2”. Di dalamnya terdapat persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendaftarkan diri dalam program tersebut, dan saat itu saya rasa saya dapat memenuhi semua persyaratan.
Sebenarnya Program ini adalah Program tahun ketiga, program tahun pertama diluncurkan pada tahun 2007 yang lalu, saat itu saya tidak dapat lolos persyaratan administrasi Karenatidak belum memiliki Akta IV mengajar. Tahun kedua 2008 saya sama sekali tidak memperhatikan program ini, karena saya kira persyaratannya masih sama dengan tahun pertama. Dan pada tahun ketiga ini, ternyata persyaratan akta mengejar ditiadakan, walaupun saya tahun ini sudah memiliki Akta mengajar.
Sebagaimana jadwal, setelah saya lolos persyaratan administrasi, saya mengikuti Tes Tulis pada tanggal 13 Mei 2009 di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Untuk mengikuti tes itu, saya berangkat sendirian dan tidak mengikuti rombongan yang diadakan teman-teman yang lain, karena saya ingin berangkat pada hari sebelumnya tanggal 12 Mei 2009, dengan maksud pertama, agar pagi harinya saya dapat mengikuti tes dalam keadaan fress, dan kedua, saya dapat berziarah ke Makan Sunan Ampel di Surabaya.
Setelah tes itu, saya mendapatkan pelajaran sangat berharga dari teman sekaligus Guru saya Dr. H. M. Fauzan Zenrif, M.Ag. bahwa saya harus rajin-rajin meminta kepada Allah Swt. Karena jika kita meminta kepada manusia maka ia tidak berkewajiban untuk menjawab “iya”, sementara jika kita meminta kepada Allah Swt maka Allah pasti akan menjawab “iya”.
أدعوني أستجب لكم
Mintalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya untuk kalian
Dan akhirnya, hari ini saya mendapatkan jawaban “iya” itu di Situs yang sama, Alhamdulillah. Ya Allah, jadikanlah aku ini hamba-Mu yang dapat bersyukur atas segala ni’mat yang Engkau berikan.
Akhirnya semoga beasiswa ini barokah dan membawa kemanfa’atan, Amin.
Manusia di atas Malaikat
Dikirim Ilmu Qur'an, artikel dengan kaitan (tags) ilmu pengetahuan, malaikat, manusia pada 4 Juni, 2009 oleh abdurrahmanbinsaidKetika manusia akan diciptakan, Allah Swt. Memberikan informasi kepada Malaikat, makhluk Tuhan yang didesain dan deprogram untuk selalu patuh pada Perintah Tuhan. Informasi itu berisi tentang rencana penciptaan manusia sebagai khalifah atau mandataris Tuhan di muka Bumi. Allah menyatakan :
وإذ قال ربك للملائكة إني جاعل فى الأرض خليفة.
Dan ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat: “Aku akan menciptakan khalifah di Bumi”.
Komunikasi dialektika antara yang “sengaja” diadakan Allah Swt dengan makhluk-Nya yang “dimuliakan” para Malaikat, adalah bentuk proses pembentukan opini pertama yang terjadi untuk membuktikan Judul yang saya tulis kali ini; “Manusia ternyata di atas Malaikat”. Komunikasi itu berupa informasi dari Tuhan Maha Kuasa Yang tidak satupun Takdirnya terbantahkan, namun sebagai respon yang memang deprogram sedemikian rupa, Para Malaikat itu “mempertanyakan” rencana penciptaan itu:
Hadits yang bukan Hadits
Dikirim Ilmu Hadits, artikel dengan kaitan (tags) hadits, bukan, mauquf, maudlu' pada 4 Mei, 2009 oleh abdurrahmanbinsaidSecara definitif lughawi, kata Hadits memang dapat menunjuk arti yang cukup luas. Hadits adalah informasi yang disampaikan, dari siapapun, tentang apapun, kapanpun, dimanapun dan dengan tujuan apapun. Hadits merupakan data tekstual dan verbal yang sengaja disampaikan atau tersampaikan tanpa sengaja. Dengan pengertian ini, Hadits sinonim dengan kata Khabar, Atsar dan Naba’, yang berarti informasi, data atau berita.
Ini juga menunjukkan bahwa Hadits atau khabar itu secara Dzati dapat dipertanyakan kebenaran dan kebohongan datanya, artinya dalam Hadits memiliki dualisme dzati, Khabar yang benar dan Khabar yang bohong. Namun tetap saja keduanya adalah Khabar atau Hadits.
Jika melihat beberapa refrensi buku karya para Ahli, tetang Ilmu Hadits, kita akan menemukan beberapa indikasi bahwa pembahasan tentang Hadits itu didasarkan pada definisi umum seperti di atas. Indikasi petama terlihat ketika pembahasan gineral pada seluruh data dan informasi yang berkaitan dengan Wujud Nabi, Tradisinya dan Ajarannya. Artinya, walaupun Ilmu Hadits adalah spesifikasi kajian Agama tetang “Hadits Nabawi”, namiun tetap saja Ulama harus mengikut-sertakan “Hadits yang ternyata bukan Hadits”.
Indikasi Kedua, bahwa motivasi generalisasi pembahasan Hadits itu diakibatkan oleh sejarah perjalanan Hadits itu sendiri yang sarat “kajian”. Sebagaimana kode etik Kajian Agama:
“Undzuru an Man ta’khudun Dinakum” (telitilah dari siapa kamu mendapatkan -ajaran- Agamamu).
bersambung lagi …
Kebenaran yang sebenarnya
Dikirim Ilmu Hadits dengan kaitan (tags) benar, hadits, kebenaran, yang benar pada 18 Maret, 2009 oleh abdurrahmanbinsaidDidasarkan pada dua hal:
Pertama: Ketika manusia diciptakan sebagai “Khlaifah fi al-Ardh”, maka sebenarnya Allah menciptakan spesies dengan satu program: yaitu bersikap sebagai makhluk ciptaan Tuhan di dunia dan pada akhirnya Tuhan adalah tujuannya.
Dalam segala sikap, prilaku, tindakan, manusia akan selalu berusaha untuk meraih “yang benar” atau kebanaran. Kebenaran menjadi tujuan sikap hidupnya. Setiap manusia waras akan menyadari bahwa kesalahan atau “yang salah” akan membawa sesuatu yang negatif, sekecil apapun kesalahan itu. Kebenaran merupakan prioritas sejauh kemampuan manusia untuk mencapainya.
Tugas Makalah Ilmu Hadits 2009
Dikirim Tugas Mahasiswa, Tugas Makalah dengan kaitan (tags) Ilmu Hadits, Tugas Makalah pada 28 Februari, 2009 oleh abdurrahmanbinsaid| NO | POKOK BAHASAN | NAMA | TANGGAL |
| 1 | Essensial Hadits | Hosniyah | 11-Mar-2009 |
| 2 | Hadits dan Sunnah | Siti Rofi’atin | 11-Mar-2009 |
| 3 | Ulum Hadits | Lailah Adawiyah | 18-Mar-2009 |
| 4 | Buku riwayah mu’tabarah | M. Tahir | 18-Mar-2009 |
| 5 | Kodifikasi Hadits | M. hasun | 18-Mar-2009 |
| 6 | Tahammul hadits | Fathul Mafruhah | 25-Mar-2009 |
| 7 | Ada’u Hadits | Istiqamah | 25-Mar-2009 |
| 8 | Rawi Hadits | Abd. Rafiq | 1-Apr-2009 |
| 9 | Jarhu ar-Ruwat | Khairuman | 1-Apr-2009 |
| 10 | Ta’dil ar-Ruwat | lailah Zahra | 1-Apr-2009 |
| 11 | Hadits Qudsiy | Musyhari | 8-Apr-2009 |
| 12 | Hadits Mutawatir | M. Rokib | 8-Apr-2009 |
| 13 | Hadits Ahad | Basri | 15-Apr-2009 |
| 14 | Hadits Maqbul dan Mardud | M. Syukran | 15-Apr-2009 |
| 15 | Hadits Shahih | M. Rizal | 22-Apr-2009 |
| 16 | Hadits Hasan | M. Syahrowi | 22-Apr-2009 |
| 17 | Hadits Dla’if | Fathur Rahman | 22-Apr-2009 |
| 18 | Hadits Mursal | Abdul Aziz | 29-Apr-2009 |
| 19 | Hadits Munqathi’ | Ahmad Busyiri | 29-Apr-2009 |
| 20 | Hadits Mu’dal | Syamsul Arifin | 13-May-2009 |
| 21 | Hadits Mu’allaq | humaidi | 13-May-2009 |
| 22 | Hadits Mudallas | Zubairi | 20-May-2009 |
| 23 | Hadits Munkar | Muhyidin | 20-May-2009 |
| 24 | Hadits Syadz | Fauzen | 20-May-2009 |
| 25 | Hadits Mukhtalath | Suryadi | 27-May-2009 |
| 26 | Hadits Mudraj | Khalidul Anwar | 27-May-2009 |
| 27 | Hadits Matruk | M. Fathur Rahman | 27-May-2009 |
| 28 | Hadits Majhul | ||
| 29 | Hadits palsu | Ismail | 3-Jun-2009 |
| 30 | Inkaaru as-Sunnah | Syamsul Arifin | 3-Jun-2009 |
| 31 | Konsep Nasikh Mansukh | Habibi | 10-Jun-2009 |
| 32 | Takhriju Hadits | Mashudi | 17-Jun-2009 |
| 33 | Dirasatul asanid | Yazidul Bustomi | 24-Jun-2009 |
Refrensi Ilmu Hadits
Dikirim Ilmu Hadits, Tugas Mahasiswa, Tugas Makalah dengan kaitan (tags) buku wajib, Ilmu Hadits, refrensi pada 28 Februari, 2009 oleh abdurrahmanbinsaid- Al-A’dzami, Muhammad Musthofa, Dirasat fi al-hadits al-Nabawi wa Tarikhi tadwinihi.
- Al-Khatib Muhammad ‘Ajjaj, Ushulul hadis ulumuhu wa musthalahuhu, Beirut dar al-fikri, 1989
- ……………, al-Sunnah qabla al-Tadwin, Kairo, Dar al-Fikri, 1971
- Al-Qadli al-Nu’man al-Muta’al, al-Hadis al-Syarif riwayah wa dirayah, Kairo, Muhamad Taufiq wa waidah,1975.
- Ash-Shalah, Subhi, Ulumul Hadis wa mustalahuhu, Beirut, Dar al-ilmi, 1977
- Al-Siba’i, Mushtofa, al-Sunnah wa makanuhu fi al-tasyri’ al-Islami, Beirut al-Maktabah al-Islami, 1985
- Abu Muhammad Abd. Al-Muhdi, Turuqu Takhrij Hadis rasulillah SAW, Kairo : Dar al-I’tisham, tth
- Al-Atsqalani, Syihab al-Din Ahmad ibnu Ali ibnu Hajar, Tahdzib al-Tahdzib, Beirut : Dar al-Fikri, 1984
- Al-Bandari, Abd Ghaffar Sulaiman dan Sayyid Kasrawi Hasan, Mausu’ah Rijal al-Kutub al-Tis’ah, Beirut : Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1993
- Al-Bukhori, Shahih Bukhori, Beirut : alam al-Kutub, tth
- Ibnu Hanbal, Musnad Ahmad bin Hanbal, Beirut : Dar al-Fikri, 1991
- Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, Mesir : Isa al-Babi al-Halabi, tth
- Al-Nasa’i, Sunan al-Nasa’i, Beirut : Dar al-Kitab al-Arabi, tth
- Al-Nawawi, Syarh Shahih Muslim, Beirut : Dar al-Ihya al-Turats al-Arabi, 1974
- Al-Razi, Muhammad ibnu Abu Bakar, Mukhtar al-Shahah, Beirut : Dar al-Fikri, 1981
- Said ibnu Manshur, Sunan Said bin Manshur, Beirut : Dar al-Kutub al-Ilmiyah, tth
- Wensinck, J.A, al-Mu’jam al-Mufahras li Alfadz al-Hadis al-nabawi, terjemahan Muhammad Fuad Abd al-Baqi, Lieden : E.J. Brill, 1941
- Al-Zahabi, Siyar A’lam al-Nubala’, Beirut : Muassasah al-Risalah, 1990
Dan masih banyak lagi.
Nilai Akhir Semester Ganjil 2008-2009
Dikirim Nilai dengan kaitan (tags) Nilai Akhir pada 28 Februari, 2009 oleh abdurrahmanbinsaid| NO. | NAMA MAHASISWA | KEHADIRAN | NILAI AKHIR | |||
| TARGET | HADIR | % | ANGKA | HURUF | ||
| 1 | FATHUL MAFRUHA | 16 | 11 | 69% | 3,1 | A- |
| 2 | HOSNIYAH | 16 | 14 | 88% | 3,5 | A+ |
| 3 | ISTIQOMAH | 16 | 10 | 63% | 3,0 | A- |
| 4 | KHOIRUMAN | 16 | 12 | 75% | 3,3 | A- |
| 5 | LAILATUZ ZAHROH | 16 | 12 | 75% | 3,3 | A- |
| 6 | MOH. ROKIB | 16 | 12 | 75% | 0,8 | D |
| 7 | M RIZAL TAMAMI | 16 | 9 | 56% | 1,1 | D |
| 8 | M SYAHROWI | 16 | 6 | 38% | 0,8 | D |
| 9 | M SYUKRON | 16 | 12 | 75% | 3,3 | A- |
| 10 | MUHYIDIN | 16 | 5 | 31% | 0,6 | D |
| 11 | MUSYAHRI | 16 | 7 | 44% | 2,6 | B+ |
| 12 | SYAMSUL ARIFIN | 16 | 14 | 88% | 3,5 | A+ |
| 13 | ZUBAIRI | 16 | 8 | 50% | 1,0 | D |
| 14 | SITI ROFIATIN | 16 | 16 | 100% | 1,3 | D |
| 15 | ISMAIL | 16 | 10 | 63% | 3,0 | A- |
| 16 | FAUZEN | 16 | 2 | 13% | 0,3 | E |
| 17 | MUHAMMAD THOHIR | 16 | 11 | 69% | 3,4 | A- |
| 18 | LAILATUL ADAWIYAH | 16 | 13 | 81% | 3,4 | A- |
| 19 | HUMAIDI | 16 | 8 | 50% | 1,0 | D |
| 20 | YAZIDUL BUSTYOMI | 16 | 15 | 94% | 3,6 | A+ |
| 21 | SYAMSUL ARIFIN | 16 | 4 | 25% | 1,0 | D |
| 22 | M FATHURROHMAN | 16 | 0 | 0% | - | - |
| 23 | MASHUDI | 16 | 14 | 88% | 3,5 | A+ |
| 24 | M. HASUN | 16 | 13 | 81% | 3,6 | A+ |
| 25 | KHOLIDUL ANWAR | 16 | 0 | 0% | - | - |
| 26 | HABIBI | 16 | 12 | 75% | 3,3 | A- |
| 27 | FATHUR ROHMAN | 16 | 11 | 69% | 0,6 | D |
| 28 | SURYADI | 16 | 3 | 19% | 0,4 | E |
| 29 | ABDUL AZIZ | 16 | 8 | 50% | 1,0 | D |
| 30 | ABDUL ROFIQ | 16 | 14 | 88% | 3,5 | A+ |
| 31 | AHMAD BUSIRI | 16 | 7 | 44% | 0,9 | D |
| 32 | BASRI | 16 | 9 | 56% | 2,9 | B+ |
Nilai SP Genap 2008-2009
Dikirim Nilai, Tugas Mahasiswa dengan kaitan (tags) Nilai, SP pada 28 Februari, 2009 oleh abdurrahmanbinsaidNilai Semester Pendek (SP) Genap 2008-2009
Matakuliah : Ilmu Hadits
Abdul Aziz : B-
Abdul Halim : C
Beshir : C
Trik Lulus UN 2009
Dikirim artikel dengan kaitan (tags) 100% lulus, kiat lulus, lulus, trik lulus ujian, ujian nasional, un 2009, un ringan pada 26 Januari, 2009 oleh abdurrahmanbinsaid
Anda Guru ?
Atau Anda Siswa ?
Jika anda menganggap bahwa UN adalah “BEBAN BERAT”, anda salah!.
Saya punya TRIK agar UN 2009 menjadi “ringan”.
1. Berfikir Positif: bahwa anda benar-benar dapat lulus pada UN 2009, OPTIMIS, KAMU PASTI BISA (dalam Islam disebut husnu adz-dzan).
2. Agar menjadi ringan, anda jangan berfikir bahwa anda harus menjawab seluruh soal dalam UN dengan benar. Artinya, walaupun anda hanya dapat menjawab sebagiannya saja, anda juga dapat LULUS.
ANDA TIDAK PERLU MENGEJAR NILAI 10.00 (INI SANGAT BERAT)
Dalam POS UN 2009 disebutkan: