Hari Sabtu Tanggal 06 Juni 2009 adalah hari yang istimewa bagi saya, karena hari ini telah terbit pengumuman tentang kelulusan Peserta Beasiswa Program S-2 bagi Guru di lingkungan Departemen Agama, dan ternyata saya termasuk pesera yang lolos seleksi tes tulis. Ini artinya; saya mendapatkan beasiswa penuh dari Direktorat Jendral Pendidikan Islam Departemen Agama Pusat untu Program Pasca Sarjana Jurusan Pendidikan Bahasa Arab yang saya pilih, sesuai dengan matapelajaran yang saya ampu di MA. Raudlatul Ulum Putra Ganjaran Gondanglegi Malang.
Saya mengetahui program beasiswa ini dari Situs Resmi Departemen Agama RI ; www.depag.go.id dengan judul “Pengumuman Penerima Calon Peserta Beasiswa Program S-2”. Di dalamnya terdapat persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendaftarkan diri dalam program tersebut, dan saat itu saya rasa saya dapat memenuhi semua persyaratan.
Sebenarnya Program ini adalah Program tahun ketiga, program tahun pertama diluncurkan pada tahun 2007 yang lalu, saat itu saya tidak dapat lolos persyaratan administrasi Karenatidak belum memiliki Akta IV mengajar. Tahun kedua 2008 saya sama sekali tidak memperhatikan program ini, karena saya kira persyaratannya masih sama dengan tahun pertama. Dan pada tahun ketiga ini, ternyata persyaratan akta mengejar ditiadakan, walaupun saya tahun ini sudah memiliki Akta mengajar.
Sebagaimana jadwal, setelah saya lolos persyaratan administrasi, saya mengikuti Tes Tulis pada tanggal 13 Mei 2009 di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Untuk mengikuti tes itu, saya berangkat sendirian dan tidak mengikuti rombongan yang diadakan teman-teman yang lain, karena saya ingin berangkat pada hari sebelumnya tanggal 12 Mei 2009, dengan maksud pertama, agar pagi harinya saya dapat mengikuti tes dalam keadaan fress, dan kedua, saya dapat berziarah ke Makan Sunan Ampel di Surabaya.
Setelah tes itu, saya mendapatkan pelajaran sangat berharga dari teman sekaligus Guru saya Dr. H. M. Fauzan Zenrif, M.Ag. bahwa saya harus rajin-rajin meminta kepada Allah Swt. Karena jika kita meminta kepada manusia maka ia tidak berkewajiban untuk menjawab “iya”, sementara jika kita meminta kepada Allah Swt maka Allah pasti akan menjawab “iya”.
أدعوني أستجب لكم
Mintalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya untuk kalian
Dan akhirnya, hari ini saya mendapatkan jawaban “iya” itu di Situs yang sama, Alhamdulillah. Ya Allah, jadikanlah aku ini hamba-Mu yang dapat bersyukur atas segala ni’mat yang Engkau berikan.
Akhirnya semoga beasiswa ini barokah dan membawa kemanfa’atan, Amin.