Memahami Kebodohan

Posted in Uncategorized dengan kaitan (tags) , on 21 Juli, 2009 by abdurrahmanbinsaid

Dalam kajian aksioma, kata “Kepintaran” berlawanan dengan “Kebodohan”. Jika kepintaran adalah adanya pengetahuan, maka kebodohan merupakan tidak adanya pengetahuan. Ini adalah diskripsi dengan konsep existece (wujudi) dan does not exist (adami). Pengertian dengan dilihat dari keberlawanan kata sebagaimana di atas, merupakan perspektif yang sudah diterima kebanyakan orang.

Tentang kebodohan – dengan cara itu – banyak dari kita menilai kebodohan sebagai sesuatu yang tidak eksis (amrun adami), ini berarti istilah kebodohan adalah label untuk sesuatu yang sama sekali tidak pernah ada. Tidak adanya kepintaran yang kemudian diberi label : “kebodohan”. Artinya ketika kita berusaha mencari wujud dari kata kebodohan, kita tidak akan pernah menemukannya selamanya. Karena kebodohan adalah sesuatu yang tidak pernah ada.

Ini tidak sama dengan dua kata berlawanan malam dan siang, sehat dan sakit, kenyang dan lapar, atau besar dan kecil.

Dalam beberapa kajian, kadang kebodohan justru dipandang sebagai sesuatu yang eksis (amrun wujudi), kebodohan adalah sesuatu yang menutupi pengetahuan. Artinya kebodohan adalah label untuk sesuatu yang menghalangi seseorang untuk disebut pintar.

Bersambung…

Tuntutan Kedewasaan

Posted in artikel on 3 Juli, 2009 by abdurrahmanbinsaid

Ketika lingkungan kita mengalami perubahan kondisi, kadang lingkungan kita menuntut kita untuk bersikap dewasa. Kita tidak dapat berharap bahwa lingkungan yang kita kenal adalah lingkungan yang statis, tanpa perubahan. Perubahan pasti terjadi, hanya skala besar atau kecil, biasa atau luar biasa, terprediksi atau tidak.
Kedewasaan adalah sikap, artinya kondisi diri seseorang yang di buat agar sesuai dengan kondisi lingkungannya. Sikap penyesuaian diri dengan lingkungan dalam bahasa agama, kita kenal dengan “akhlak karimah”. Pembahasan tentang yang terakhir ini akan memakan banyak waktu, di sini saya tidak menekankan pada sisi itu.
Salah satu Guru saya pernah memberikan wejangan : “Janganlah kamu sok dewasa, pada waktunya nanti kamu akan dewasa sendiri”. pada awalnya saya kurang setuju, mungkin saat itu saya belum benar-benar menyelami maksud dari wejangan itu. Agar terstruktur, saya akan mencoba mendewasakan pemikiran kita tentang kedewasaan.
Kedewasaan seseorang akan dituntut pada hal-hal berikut : 1) ketika ia harus memutuskan sesuatu yang bersangkutan dengan orang lain, 2) ketika ia menanggung nasib kehidupan orang lain dan 3) ketika ia melakukan sesuatu untuk orang lain. Dari ketiga kondisi ini, dapat dilihat bahwa kondisi yang menuntut seseorang untuk dewasa adalah kondisi disaat seseorang menjadi Pemimpin, artinya kedewasaan sama sekali tidak tergantung pada umur, pengalaman atau tingkat pengetahuan. Namun lebih dari itu, yaitu kondisi lingkungan yang sering kita abaikan sebagai faktor terpenting pembetuk kedewasaan.
Karena itu, wejangan itu sangat benar : kita harus bersikap dewasa, katika kondisi menuntut kita untuk dewasa.

Besiswa S-2 ku

Posted in News, cerita dengan kaitan (tags) , , on 6 Juni, 2009 by abdurrahmanbinsaid

Hari Sabtu Tanggal 06 Juni 2009 adalah hari yang istimewa bagi saya, karena hari ini telah terbit pengumuman tentang kelulusan Peserta Beasiswa Program S-2 bagi Guru di lingkungan Departemen Agama, dan ternyata saya termasuk pesera yang lolos seleksi tes tulis. Ini artinya; saya mendapatkan beasiswa penuh dari Direktorat Jendral Pendidikan Islam Departemen Agama Pusat untu Program Pasca Sarjana Jurusan Pendidikan Bahasa Arab yang saya pilih, sesuai dengan matapelajaran yang saya ampu di MA. Raudlatul Ulum Putra Ganjaran Gondanglegi Malang.

Saya mengetahui program beasiswa ini dari Situs Resmi Departemen Agama RI ; www.depag.go.id dengan judul “Pengumuman Penerima Calon Peserta Beasiswa Program S-2”. Di dalamnya terdapat persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendaftarkan diri dalam program tersebut, dan saat itu saya rasa saya dapat memenuhi semua persyaratan.

Sebenarnya Program ini adalah Program tahun ketiga, program tahun pertama diluncurkan pada tahun 2007 yang lalu, saat itu saya tidak dapat lolos persyaratan administrasi Karenatidak belum memiliki Akta IV mengajar. Tahun kedua 2008 saya sama sekali tidak memperhatikan program ini, karena saya kira persyaratannya masih sama dengan tahun pertama. Dan pada tahun ketiga ini, ternyata persyaratan akta mengejar ditiadakan, walaupun saya tahun ini sudah memiliki Akta mengajar.

Sebagaimana jadwal, setelah saya lolos persyaratan administrasi, saya mengikuti Tes Tulis pada tanggal 13 Mei 2009 di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Untuk mengikuti tes itu, saya berangkat sendirian dan tidak mengikuti rombongan yang diadakan teman-teman yang lain, karena saya ingin berangkat pada hari sebelumnya tanggal 12 Mei 2009, dengan maksud pertama, agar pagi harinya saya dapat mengikuti tes dalam keadaan fress, dan kedua, saya dapat berziarah ke Makan Sunan Ampel di Surabaya.

Setelah tes itu, saya mendapatkan pelajaran sangat berharga dari teman sekaligus Guru saya Dr. H. M. Fauzan Zenrif, M.Ag. bahwa saya harus rajin-rajin meminta kepada Allah Swt. Karena jika kita meminta kepada manusia maka ia tidak berkewajiban untuk menjawab “iya”, sementara jika kita meminta kepada Allah Swt maka Allah pasti akan menjawab “iya”.

أدعوني أستجب لكم

Mintalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya untuk kalian

Dan akhirnya, hari ini saya mendapatkan jawaban “iya” itu di  Situs yang sama, Alhamdulillah. Ya Allah, jadikanlah aku ini hamba-Mu yang dapat bersyukur atas segala ni’mat yang Engkau berikan.

Akhirnya semoga beasiswa ini barokah dan membawa kemanfa’atan, Amin.

Manusia di atas Malaikat

Posted in Ilmu Qur'an, artikel dengan kaitan (tags) , , on 4 Juni, 2009 by abdurrahmanbinsaid

Ketika manusia akan diciptakan, Allah Swt. Memberikan informasi kepada Malaikat, makhluk Tuhan yang didesain dan deprogram untuk selalu patuh pada Perintah Tuhan. Informasi itu berisi tentang rencana penciptaan manusia sebagai khalifah atau mandataris Tuhan di muka Bumi. Allah menyatakan :

وإذ قال ربك للملائكة إني جاعل فى الأرض خليفة.

Dan ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat: “Aku akan menciptakan khalifah di Bumi”.

Komunikasi dialektika antara yang “sengaja” diadakan Allah Swt dengan makhluk-Nya yang “dimuliakan” para Malaikat, adalah bentuk proses pembentukan opini pertama yang terjadi untuk membuktikan Judul yang saya tulis kali ini; “Manusia ternyata di atas Malaikat”. Komunikasi itu berupa informasi dari Tuhan Maha Kuasa Yang tidak satupun Takdirnya terbantahkan, namun sebagai respon yang memang deprogram sedemikian rupa, Para Malaikat itu “mempertanyakan” rencana penciptaan itu:

Baca selebihnya »

Hadits yang bukan Hadits

Posted in Ilmu Hadits, artikel dengan kaitan (tags) , , , on 4 Mei, 2009 by abdurrahmanbinsaid

Secara definitif lughawi, kata Hadits memang dapat menunjuk arti yang cukup luas. Hadits adalah informasi yang disampaikan, dari siapapun, tentang apapun, kapanpun, dimanapun dan dengan tujuan apapun. Hadits merupakan data tekstual dan verbal yang sengaja disampaikan atau tersampaikan tanpa sengaja. Dengan pengertian ini, Hadits sinonim dengan kata Khabar, Atsar dan Naba’, yang berarti informasi, data atau berita.

Ini juga menunjukkan bahwa Hadits atau khabar itu secara Dzati dapat dipertanyakan kebenaran dan kebohongan datanya, artinya dalam Hadits memiliki dualisme dzati, Khabar yang benar dan Khabar yang bohong. Namun tetap saja keduanya adalah Khabar atau Hadits.

Jika melihat beberapa refrensi buku karya para Ahli, tetang Ilmu Hadits, kita akan menemukan beberapa indikasi bahwa pembahasan tentang Hadits itu didasarkan pada definisi umum seperti di atas. Indikasi petama terlihat ketika pembahasan gineral pada seluruh data dan informasi yang berkaitan dengan Wujud Nabi, Tradisinya dan Ajarannya. Artinya, walaupun Ilmu Hadits adalah spesifikasi kajian Agama tetang “Hadits Nabawi”, namiun tetap saja Ulama harus mengikut-sertakan “Hadits yang ternyata bukan Hadits”.

Indikasi Kedua, bahwa motivasi generalisasi pembahasan Hadits itu diakibatkan oleh sejarah perjalanan Hadits itu sendiri yang sarat “kajian”. Sebagaimana kode etik Kajian Agama:

“Undzuru an Man ta’khudun Dinakum” (telitilah dari siapa kamu mendapatkan -ajaran- Agamamu).

bersambung lagi …

Kebenaran yang sebenarnya

Posted in Ilmu Hadits dengan kaitan (tags) , , , on 18 Maret, 2009 by abdurrahmanbinsaid

Didasarkan pada dua hal:
Pertama: Ketika manusia diciptakan sebagai “Khlaifah fi al-Ardh”, maka sebenarnya Allah menciptakan spesies dengan satu program: yaitu bersikap sebagai makhluk ciptaan Tuhan di dunia dan pada akhirnya Tuhan adalah tujuannya.
Dalam segala sikap, prilaku, tindakan, manusia akan selalu berusaha untuk meraih “yang benar” atau kebanaran. Kebenaran menjadi tujuan sikap hidupnya. Setiap manusia waras akan menyadari bahwa kesalahan atau “yang salah” akan membawa sesuatu yang negatif, sekecil apapun kesalahan itu. Kebenaran merupakan prioritas sejauh kemampuan manusia untuk mencapainya.

Baca selebihnya »

Tugas Makalah Ilmu Hadits 2009

Posted in Tugas Mahasiswa, Tugas Makalah dengan kaitan (tags) , on 28 Februari, 2009 by abdurrahmanbinsaid
NO POKOK BAHASAN NAMA TANGGAL
1 Essensial Hadits Hosniyah 11-Mar-2009
2 Hadits dan Sunnah Siti Rofi’atin 11-Mar-2009
3 Ulum Hadits Lailah Adawiyah 18-Mar-2009
4 Buku riwayah mu’tabarah M. Tahir 18-Mar-2009
5 Kodifikasi Hadits M. hasun 18-Mar-2009
6 Tahammul hadits Fathul Mafruhah 25-Mar-2009
7 Ada’u Hadits Istiqamah 25-Mar-2009
8 Rawi Hadits Abd. Rafiq 1-Apr-2009
9 Jarhu ar-Ruwat Khairuman 1-Apr-2009
10 Ta’dil ar-Ruwat lailah Zahra 1-Apr-2009
11 Hadits Qudsiy Musyhari 8-Apr-2009
12 Hadits Mutawatir M. Rokib 8-Apr-2009
13 Hadits Ahad Basri 15-Apr-2009
14 Hadits Maqbul dan Mardud M. Syukran 15-Apr-2009
15 Hadits Shahih M. Rizal 22-Apr-2009
16 Hadits Hasan M. Syahrowi 22-Apr-2009
17 Hadits Dla’if Fathur Rahman 22-Apr-2009
18 Hadits Mursal Abdul Aziz 29-Apr-2009
19 Hadits Munqathi’ Ahmad Busyiri 29-Apr-2009
20 Hadits Mu’dal Syamsul Arifin 13-May-2009
21 Hadits Mu’allaq humaidi 13-May-2009
22 Hadits Mudallas Zubairi 20-May-2009
23 Hadits Munkar Muhyidin 20-May-2009
24 Hadits Syadz Fauzen 20-May-2009
25 Hadits Mukhtalath Suryadi 27-May-2009
26 Hadits Mudraj Khalidul Anwar 27-May-2009
27 Hadits Matruk M. Fathur Rahman 27-May-2009
28 Hadits Majhul
29 Hadits palsu Ismail 3-Jun-2009
30 Inkaaru as-Sunnah Syamsul Arifin 3-Jun-2009
31 Konsep Nasikh Mansukh Habibi 10-Jun-2009
32 Takhriju Hadits Mashudi 17-Jun-2009
33 Dirasatul asanid Yazidul Bustomi 24-Jun-2009

Refrensi Ilmu Hadits

Posted in Ilmu Hadits, Tugas Mahasiswa, Tugas Makalah dengan kaitan (tags) , , on 28 Februari, 2009 by abdurrahmanbinsaid
  1. Al-A’dzami, Muhammad Musthofa, Dirasat fi al-hadits al-Nabawi wa Tarikhi tadwinihi.
  2. Al-Khatib Muhammad ‘Ajjaj, Ushulul hadis ulumuhu wa musthalahuhu, Beirut dar al-fikri, 1989
  3. ……………, al-Sunnah  qabla al-Tadwin, Kairo, Dar al-Fikri, 1971
  4. Al-Qadli al-Nu’man al-Muta’al, al-Hadis al-Syarif riwayah wa dirayah, Kairo, Muhamad Taufiq wa waidah,1975.
  5. Ash-Shalah, Subhi, Ulumul Hadis wa mustalahuhu, Beirut, Dar al-ilmi, 1977
  6. Al-Siba’i, Mushtofa, al-Sunnah wa makanuhu fi al-tasyri’ al-Islami, Beirut al-Maktabah al-Islami, 1985
  7. Abu Muhammad Abd. Al-Muhdi, Turuqu Takhrij Hadis rasulillah SAW, Kairo : Dar al-I’tisham, tth
  8. Al-Atsqalani, Syihab al-Din Ahmad ibnu Ali ibnu Hajar, Tahdzib al-Tahdzib, Beirut : Dar al-Fikri, 1984
  9. Al-Bandari, Abd Ghaffar Sulaiman dan Sayyid Kasrawi Hasan, Mausu’ah Rijal al-Kutub al-Tis’ah, Beirut : Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1993
  10. Al-Bukhori, Shahih Bukhori, Beirut : alam al-Kutub, tth
  11. Ibnu Hanbal, Musnad Ahmad bin Hanbal, Beirut : Dar al-Fikri, 1991
  12. Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, Mesir : Isa al-Babi al-Halabi, tth
  13. Al-Nasa’i, Sunan al-Nasa’i, Beirut : Dar al-Kitab al-Arabi, tth
  14. Al-Nawawi, Syarh Shahih Muslim, Beirut : Dar al-Ihya al-Turats al-Arabi, 1974
  15. Al-Razi, Muhammad ibnu Abu Bakar, Mukhtar al-Shahah, Beirut : Dar al-Fikri, 1981
  16. Said ibnu Manshur, Sunan Said bin Manshur, Beirut : Dar al-Kutub al-Ilmiyah, tth
  17. Wensinck, J.A, al-Mu’jam al-Mufahras li Alfadz al-Hadis al-nabawi, terjemahan Muhammad Fuad Abd al-Baqi, Lieden : E.J. Brill, 1941
  18. Al-Zahabi, Siyar A’lam al-Nubala’, Beirut : Muassasah al-Risalah, 1990

Dan masih banyak lagi.

Nilai Akhir Semester Ganjil 2008-2009

Posted in Nilai dengan kaitan (tags) on 28 Februari, 2009 by abdurrahmanbinsaid
NO. NAMA MAHASISWA KEHADIRAN NILAI AKHIR
TARGET HADIR % ANGKA HURUF
1 FATHUL MAFRUHA 16 11 69% 3,1 A-
2 HOSNIYAH 16 14 88% 3,5 A+
3 ISTIQOMAH 16 10 63% 3,0 A-
4 KHOIRUMAN 16 12 75% 3,3 A-
5 LAILATUZ ZAHROH 16 12 75% 3,3 A-
6 MOH. ROKIB 16 12 75% 0,8 D
7 M RIZAL TAMAMI 16 9 56% 1,1 D
8 M SYAHROWI 16 6 38% 0,8 D
9 M SYUKRON 16 12 75% 3,3 A-
10 MUHYIDIN 16 5 31% 0,6 D
11 MUSYAHRI 16 7 44% 2,6 B+
12 SYAMSUL ARIFIN 16 14 88% 3,5 A+
13 ZUBAIRI 16 8 50% 1,0 D
14 SITI ROFIATIN 16 16 100% 1,3 D
15 ISMAIL 16 10 63% 3,0 A-
16 FAUZEN 16 2 13% 0,3 E
17 MUHAMMAD THOHIR 16 11 69% 3,4 A-
18 LAILATUL ADAWIYAH 16 13 81% 3,4 A-
19 HUMAIDI 16 8 50% 1,0 D
20 YAZIDUL BUSTYOMI 16 15 94% 3,6 A+
21 SYAMSUL ARIFIN 16 4 25% 1,0 D
22 M FATHURROHMAN 16 0 0% - -
23 MASHUDI 16 14 88% 3,5 A+
24 M. HASUN 16 13 81% 3,6 A+
25 KHOLIDUL ANWAR 16 0 0% - -
26 HABIBI 16 12 75% 3,3 A-
27 FATHUR ROHMAN 16 11 69% 0,6 D
28 SURYADI 16 3 19% 0,4 E
29 ABDUL AZIZ 16 8 50% 1,0 D
30 ABDUL ROFIQ 16 14 88% 3,5 A+
31 AHMAD BUSIRI 16 7 44% 0,9 D
32 BASRI 16 9 56% 2,9 B+

Nilai SP Genap 2008-2009

Posted in Nilai, Tugas Mahasiswa dengan kaitan (tags) , on 28 Februari, 2009 by abdurrahmanbinsaid

Nilai Semester Pendek (SP) Genap 2008-2009

Matakuliah : Ilmu Hadits

Abdul Aziz : B-

Abdul Halim : C

Beshir : C